Vasektomi Krisjiana Baharudin: Alasan dan Fakta KB Pria yang Perlu Diketahui

Penulis: Yasir  •  Jumat, 18 September 2026 | 11:35:31 WIB

BENGKULU — Aktor Krisjiana Baharudin memutuskan menjalani vasektomi setelah istri, Siti Badriah, dua kali hamil dan melahirkan. Keputusan pria 32 tahun itu diungkap lewat unggahan Instagram, memicu diskusi soal kontrasepsi pria di kalangan pasangan muda Indonesia.

Krisjiana Baharudin menyebut keputusan ini bukan soal pengorbanan, melainkan tanggung jawab sebagai suami. Ia menilai istri sudah menanggung cukup banyak beban kehamilan dan persalinan selama dua kali.

Alasan Krisjiana Pilih Vasektomi

Dalam video yang diunggah di Instagram, Krisjiana mengaku sudah sepakat dengan Siti Badriah untuk tidak menambah anak lagi. Ia ingin mengambil bagian yang selama ini identik dengan perempuan.

"Kadang para suami itu lupa, di balik hadirnya seorang anak, ada perjuangan seorang istri yang enggak sedikit. Sembilan bulan membawa kehidupan di dalam tubuhnya, melewati mual, lelah, perubahan tubuh, sampai rasa sakit saat melahirkan," ujar Krisjiana.

Ia juga menyoroti fase setelah persalinan, seperti menyusui dan begadang, yang menurutnya jarang dihitung sebagai beban. Dari situ ia merasa tidak punya hak memaksa istri hamil lagi.

Soal Tubuh Istri dan Hak Memilih

Krisjiana menegaskan keputusan hamil atau tidak sepenuhnya milik Siti Badriah. Ia menilai suami tidak berhak menentukan apa yang dilakukan istri terhadap tubuhnya sendiri.

"Kalau dia bilang, 'aku udah cukup', maka tugas gua bukan memaksa. Tapi tugas gua adalah menghormati pilihannya," katanya.

Pandangan ini sejalan dengan prinsip kesehatan reproduksi yang menempatkan perempuan sebagai pemegang keputusan atas tubuhnya. Peran suami bergeser dari penentu menjadi pendukung.

Apa Itu Vasektomi dan Bagaimana Prosedurnya

Vasektomi adalah metode kontrasepsi pria berupa pengikatan dan pemutusan kedua saluran vas deferens, seperti dijelaskan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN lewat akun Instagram @kemendukbangga_bkkbn.

Setelah prosedur ini, cairan mani yang keluar tidak lagi mengandung sperma sehingga kehamilan tidak terjadi. Vasektomi tidak memengaruhi ereksi, ejakulasi, maupun kadar hormon pria.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Ilham Utama Surya, Sp.OG, menjelaskan kantung vesikula seminalis tetap memproduksi cairan semen. Hanya saja sel sperma terblokir karena saluran vas deferens sudah dipotong atau diikat.

Siapa yang Tidak Disarankan Menjalani Vasektomi

Prosedur ini terbilang cepat dan minim risiko, tapi bukan untuk semua pria. Mereka yang punya gangguan pembekuan darah sebaiknya berhati-hati.

"Meski hanya prosedur kecil, metode vasektomi dapat menimbulkan luka yang sulit sembuh pada pria yang mengidap masalah pembekuan darah," kata Ilham.

Efek samping lain yang mungkin muncul antara lain perdarahan terus-menerus, infeksi, dan luka yang lambat sembuh. Konsultasi dengan dokter tetap langkah pertama sebelum memutuskan.

Kenapa KB Pria Masih Jarang Dibicarakan

Di Indonesia, pilihan kontrasepsi pria memang masih terbatas dibandingkan metode untuk perempuan. Vasektomi sering dianggap tabu karena dikaitkan dengan hilangnya kejantanan, padahal secara medis tidak demikian.

Keputusan Krisjiana membuka ruang diskusi bahwa keluarga berencana bukan hanya urusan ibu. Pasangan bisa membagi peran, termasuk soal siapa yang menjalani prosedur kontrasepsi jangka panjang.

Bagi pasangan yang sudah merasa jumlah anak cukup, vasektomi bisa jadi pilihan yang perlu dipertimbangkan bersama. Diskusikan dengan dokter untuk memahami risiko, manfaat, dan kesiapan masing-masing pihak.

Reporter: Yasir
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top