Lando Norris membawa McLaren merebut pole position sprint race F1 GP Miami pada Sabtu (2/5) di sirkuit Hard Rock Stadium. Pembalap asal Inggris tersebut sukses menghentikan dominasi Mercedes di awal musim 2026 berkat paket upgrade mobil yang signifikan. Hasil ini menempatkan Norris di depan pembalap muda sensasional Kimi Antonelli dan rekan setimnya, Oscar Piastri.
Lando Norris tampil menggila di bawah cuaca panas Miami untuk mengamankan posisi start terdepan pada sesi kualifikasi sprint. Mengandalkan pembaruan besar pada jet daratnya, Norris mencatatkan waktu yang tak mampu dikejar oleh para rivalnya. Keberhasilan ini sekaligus memutus tren positif Mercedes yang menyapu bersih pole position di tiga seri pembuka musim ini.
Pembalap berusia 26 tahun tersebut menunjukkan kelasnya sebagai juara dunia dengan melahap sektor-sektor cepat Miami secara presisi. Ia mengungguli Kimi Antonelli, pembalap 19 tahun milik Mercedes yang saat ini memimpin klasemen sementara. Meski gagal meraih pole, Antonelli tetap mencatatkan sejarah sebagai pemuncak klasemen termuda dalam sejarah Formula 1.
Sesi ini juga menjadi panggung bagi McLaren untuk unjuk gigi secara kolektif. Oscar Piastri berhasil mengamankan posisi ketiga, memastikan tim asal Woking tersebut memulai balapan dari barisan depan. Sementara itu, Ferrari dan Red Bull Racing tampak masih kesulitan menyamai ritme kilat yang ditunjukkan McLaren di lintasan sekitar stadion NFL tersebut.
“Saya selalu menyukai Miami, baik di dalam maupun luar lintasan. Ini hasil yang bagus, tapi akhir pekan masih panjang. Setidaknya kami memulai dengan cara yang tepat,” ujar Norris usai sesi kualifikasi. Ia menegaskan bahwa grip mobil terasa jauh lebih baik berkat komponen baru yang dibawa timnya ke Florida.
Kubu Mercedes tampak terkejut dengan lonjakan performa lawan setelah jeda lima pekan akibat konflik di Timur Tengah. George Russell mengakui bahwa perkembangan McLaren dan Ferrari berada di luar ekspektasi timnya. Russell juga mengeluhkan masalah suhu ban yang membuatnya gagal menembus lima besar.
Di sisi lain, Max Verstappen mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa Red Bull di sektor kecepatan tinggi. Juara dunia empat kali itu merasa mobilnya masih memiliki titik lemah yang krusial. Hamilton, yang kini berseragam Ferrari, berharap paket upgrade tim kuda jingkrak bisa berbicara lebih banyak saat balapan berlangsung.
Hasil kualifikasi ini memberikan sinyal kuat bahwa persaingan menuju gelar juara dunia kembali terbuka lebar. Mercedes tidak lagi melenggang sendirian di depan seperti pada GP China atau GP Jepang sebelumnya. Kebangkitan McLaren di Miami diprediksi akan mengubah peta kekuatan tim-tim papan atas dalam sisa musim ini.
Para pembalap kini bersiap menghadapi balapan sprint yang akan menjadi ujian perdana bagi daya tahan komponen baru mereka. Fokus utama tertuju pada bagaimana Antonelli mempertahankan posisi klasemennya dari kejaran Norris yang sedang dalam momentum terbaik.
Aksi saling salip di lintasan Miami dipastikan bakal memanjakan mata penggemar F1 di seluruh dunia besok.