BENGKULU — Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono meresmikan program bedah rumah ke-70 yang menyasar hunian warga kurang mampu di wilayah Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi sosial berkelanjutan untuk menyediakan tempat tinggal yang memenuhi standar kesehatan dan keamanan bagi masyarakat ekonomi lemah.
Program renovasi total tersebut diberikan kepada keluarga Dadi, seorang pekerja harian lepas yang berprofesi sebagai kuli bangunan. Sebelumnya, Dadi dan keluarganya menempati rumah dengan struktur bangunan rapuh dan fasilitas dasar yang sangat minim di tengah keterbatasan ekonomi.
Pembangunan rumah ke-70 ini bukan merupakan kerja tunggal kepolisian. Irjen Pol. Mardiyono menegaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan buah kolaborasi solid antara Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Real Estate Indonesia (REI), Pelindo, serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Menurut Kapolda, kebutuhan akan hunian layak bukan sekadar masalah kenyamanan fisik. Hal ini berkaitan erat dengan jaminan kesehatan, keamanan, serta upaya menjaga martabat hidup manusia di tengah lingkungan yang lebih sehat.
"Melalui kerja sama ini, kita ingin memastikan bahwa masyarakat yang kurang mampu dapat hidup di lingkungan yang lebih sehat dan aman. Ini adalah tanggung jawab bersama," ujar Irjen Pol. Mardiyono saat memberikan sambutan di lokasi peresmian.
Rumah yang sebelumnya memprihatinkan kini telah berubah menjadi bangunan kokoh yang bersih dan nyaman. Renovasi menyeluruh dilakukan untuk memastikan struktur bangunan aman digunakan dalam jangka panjang, sehingga keluarga penerima manfaat dapat menjalani aktivitas harian tanpa rasa khawatir.
Dadi, selaku penerima bantuan, menyampaikan rasa harunya atas perubahan signifikan pada tempat tinggalnya. Baginya, bantuan ini merupakan mukjizat bagi keluarganya yang selama ini sulit memperbaiki rumah secara mandiri.
“Alhamdulillah, sekarang kami punya rumah yang layak. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu,” ungkap Dadi.
Program ini sekaligus menjadi bukti efektivitas pengelolaan dana zakat melalui UPZ dan BAZNAS. Penyaluran dana yang tepat sasaran terbukti mampu memberikan dampak instan bagi pengentasan kemiskinan di tingkat akar rumput di Bengkulu.
Keterlibatan organisasi seperti REI dan korporasi seperti Pelindo menunjukkan peran strategis sektor swasta dalam pembangunan sosial. Sinergi antara institusi negara dan dunia usaha menjadi model yang efektif dalam menjawab persoalan sosial di daerah.
Polda Bengkulu berkomitmen terus melanjutkan inisiatif bedah rumah ini sebagai instrumen untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Selain menjalankan fungsi keamanan, kepolisian berupaya hadir sebagai solusi nyata atas kendala sosial yang dihadapi warga.
Pemerintah daerah dan kepolisian berharap cakupan program ini dapat diperluas ke kabupaten lain di Provinsi Bengkulu. Langkah ini bertujuan agar lebih banyak keluarga kurang mampu yang mendapatkan akses terhadap hunian sehat demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.