REJANG LEBONG — Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah investor nasional guna menggarap potensi wisata Danau Mas Harun Bastari (DMHB). Langkah agresif ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Kabupaten Wisata untuk menjadikan DMHB sebagai magnet utama pelancong di Provinsi Bengkulu.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Hendri, mengonfirmasi bahwa komunikasi awal dengan para pemodal telah berjalan. Fokus utama kerja sama ini adalah pemenuhan fasilitas penunjang yang selama ini dinilai masih memerlukan peningkatan signifikan agar mampu bersaing di level nasional.
“Saya sudah mengajak beberapa investor nasional untuk berinvestasi di DMHB. Ini aset potensial yang harus didukung fasilitas memadai,” ujar Hendri saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (3/5/2025).
Pemerintah daerah telah menyusun peta jalan pengembangan kawasan wisata tersebut secara bertahap. Hendri menjelaskan bahwa tahun ini fokus utama masih berada pada tahap penataan awal dan pembersihan area inti guna menjaga estetika lokasi.
Revitalisasi besar-besaran direncanakan baru akan bergulir secara menyeluruh pada 2027 mendatang. Jadwal ini disesuaikan dengan kesiapan anggaran dan rencana detail tata ruang kawasan wisata yang sedang dimatangkan oleh dinas terkait.
“Pariwisata punya efek berantai terhadap ekonomi masyarakat. Ini yang ingin kita dorong,” tegas Hendri. Ia meyakini jika fasilitas DMHB sudah standar nasional, sektor UMKM dan jasa transportasi di sekitar lokasi akan ikut tumbuh pesat.
Rencana pengembangan DMHB mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dalam tinjauan lapangannya baru-baru ini menekankan pentingnya pengelolaan fasilitas publik yang profesional dan terukur.
Menurut Helmi, aspek mendasar seperti ketersediaan kantong parkir yang luas, standar kebersihan, serta sarana umum yang layak menjadi kunci utama menarik minat wisatawan luar daerah. Ia meminta penataan fasilitas tersebut dilakukan secara serius dan tidak setengah-setengah.
“DMHB ini luar biasa. Penataan fasilitas seperti parkir, kebersihan, dan sarana umum harus dilakukan secara serius dan terencana,” kata Helmi Hasan.
Sebagai bentuk dukungan konkret dari tingkat provinsi, Pemprov Bengkulu berencana membangun Balai Merah Putih di dalam kawasan wisata tersebut. Bangunan ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus panggung hiburan untuk menarik massa.
Pengembangan DMHB tidak berdiri sendiri. Pemerintah daerah tetap memposisikan Bukit Kaba sebagai ikon wisata nasional yang akan dikembangkan secara paralel. Integrasi antara wisata danau dan pendakian ini diharapkan memperlama durasi kunjungan wisatawan di Rejang Lebong.
Selain itu, pengembangan sektor pariwisata ini diklaim selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Salah satunya adalah keterkaitan dengan program Sekolah Unggul Garuda yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi ikutan (multiplier effect) bagi wilayah sekitarnya.
Melalui masuknya investasi nasional dan dukungan penuh dari Pemprov Bengkulu, Danau Mas Harun Bastari kini dipersiapkan untuk "naik kelas". Pemerintah daerah optimis transformasi DMHB akan menjadi motor penggerak utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa depan.