Hyundai memperkenalkan versi penyegaran untuk sedan flagship Grandeur yang kini mengusung desain futuristik serta kabin jauh lebih premium. Meski tampil memikat dengan teknologi mutakhir, model ini dipastikan absen dari pasar Amerika Serikat akibat pergeseran tren SUV yang masif.
Hyundai Grandeur, atau yang sebelumnya dikenal sebagai Azera di pasar global, baru saja mendapatkan sentuhan desain ulang yang signifikan. Sedan kasta tertinggi dalam lini kendaraan non-mewah Hyundai ini kini tampil lebih berani, mempertegas posisinya sebagai simbol kemewahan pabrikan asal Korea Selatan tersebut.
Wajah baru Grandeur kini mengadopsi bahasa desain masa depan yang serupa dengan lini kendaraan listrik Hyundai. Bagian depan didominasi oleh lampu LED horizontal tipis yang membentang di seluruh lebar kap mesin, berfungsi sebagai lampu siang hari (DRL).
Lampu utama diletakkan secara terpisah di bagian bawah dengan desain celah tersegmentasi yang memberikan kesan agresif. Hyundai juga memperpanjang dan mempertajam lekukan kap mesin untuk memberikan profil yang lebih dinamis pada bagian moncong mobil.
Sebagai pelengkap estetika, pabrikan memperkenalkan pilihan warna bodi Burgundy baru. Warna ini dirancang khusus untuk menonjolkan garis-garis tegas pada panel bodi Grandeur yang kini terlihat lebih atletis sekaligus elegan.
Masuk ke dalam kabin, Hyundai melakukan perombakan total untuk menghadirkan pengalaman berkendara kelas atas. Material lembut kini dipadukan dengan aksen kayu dan logam asli yang tersebar di berbagai sudut interior untuk menciptakan nuansa premium yang autentik.
Pusat perhatian di dasbor adalah sistem infotainment berukuran 17 inci yang mengontrol hampir seluruh fitur kendaraan. Walaupun mengedepankan kontrol layar sentuh, Hyundai tetap mempertahankan beberapa tombol fisik untuk fungsi kritikal demi kemudahan akses pengemudi.
Meski Grandeur menawarkan spesifikasi yang mampu bersaing di segmen kendaraan mewah, Hyundai memutuskan untuk tidak memboyong unit ini ke Amerika Serikat. Keputusan tersebut didasari oleh catatan penjualan Azera yang terus merosot sebelum akhirnya dihentikan pada 2017 lalu.
Data internal menunjukkan penurunan drastis dari 7.232 unit pada 2014 menjadi hanya 3.060 unit di tahun terakhirnya. Hyundai kini lebih memilih fokus pada lini SUV dan sedan menengah seperti Sonata yang memiliki performa pasar lebih stabil di wilayah Amerika Utara.
Tren global juga menunjukkan tantangan besar bagi sedan bongsor. Pada 2024, rasio penjualan mobil menunjukkan bahwa untuk setiap satu sedan yang terjual, terdapat empat SUV yang laku di pasar. Konsumen saat ini lebih mencari kendaraan komuter yang terjangkau atau sekalian beralih ke SUV jika ingin fitur premium, posisi yang membuat Grandeur sulit menemukan tempat di pasar Barat.