Ferrari menghadapi ancaman serius setelah paket pemutakhiran besar-besaran mereka gagal membuahkan hasil maksimal pada gelaran GP Miami 2026, Rabu (6/5). Tim asal Italia ini kini berada dalam tekanan hebat menyusul progres menjanjikan McLaren dan Mercedes. Maranello wajib berbenah sebelum seri Kanada dimulai jika tidak ingin kehilangan momentum dalam perebutan gelar juara konstruktor musim ini.
Ekspektasi tinggi Ferrari di Miami berujung nestapa. Meski membawa pembaruan signifikan pasca-jeda lima pekan, performa "Si Kuda Jingkrak" justru antiklimaks di lintasan. Lewis Hamilton finis di posisi keenam, sementara Charles Leclerc tercecer di urutan kedelapan.
Kondisi ini kontras dengan dominasi McLaren pada sesi Sprint dan kemenangan Kimi Antonelli untuk Mercedes. Ironisnya, Mercedes baru akan meluncurkan paket perubahan masif pada seri berikutnya di Montreal, Kanada.
Pakar Sky Sports F1, David Croft, menyoroti penggunaan komponen turbo Ferrari yang lebih mungil dibanding milik Red Bull atau Mercedes. Walau unggul saat start, komponen ini menjadi titik lemah saat balapan memasuki fase krusial.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Ferrari. Apakah turbo kecil itu hebat di lap awal, namun merugikan saat bahan bakar mulai menipis?" ujar Croft. Ia memperingatkan Maranello agar segera menyiapkan paket cadangan yang lebih kompetitif demi menghindari masalah besar.
Hamilton juga mengeluhkan kurangnya tenaga mobil sepanjang durasi balapan penuh. Hal ini memperkuat dugaan bahwa akselerasi awal Ferrari gagal mengimbangi kecepatan konstan McLaren dan Mercedes di lintasan.
Nasib buruk Ferrari di Miami turut dipicu insiden teknis dan kecelakaan di lapangan. Charles Leclerc kehilangan kendali, melintir, dan menghantam pembatas pada dua lap terakhir saat berpeluang finis keempat.
Sementara itu, Hamilton terpaksa memacu mobil yang rusak akibat kolisi dini dengan pembalap Alpine, Franco Colapinto. Juara dunia itu juga sempat terhambat insiden melintirnya Max Verstappen tepat di depannya pada awal lomba.
Karun Chandhok melayangkan peringatan keras bagi manajemen Maranello. Ia menilai Ferrari justru mengalami kemunduran dibandingkan para pesaingnya yang terus menunjukkan progres signifikan.
"Jika ini senjata utama Ferrari, maka tim rival tidak akan merasa terancam," kata Chandhok. Menurutnya, Ferrari harus segera mengoptimalkan pembaruan ini sebelum McLaren dan Mercedes membawa komponen baru ke Kanada.
F1 2026 segera bergeser ke Sirkuit Gilles Villeneuve untuk GP Kanada pada 22-24 Mei mendatang. Seri berformat Sprint ini akan menjadi ujian konsistensi Ferrari dalam membuktikan kelayakan mereka tetap bersaing di papan atas.