Lini iPhone 18 diprediksi menjadi batu loncatan besar bagi Apple menjelang perayaan dua dekade iPhone pada 2027 mendatang. Di tengah persaingan ketat dengan Samsung dan produsen asal Tiongkok seperti Xiaomi, raksasa Cupertino ini tampaknya mulai mengeksplorasi perubahan desain yang lebih radikal. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa Apple akan memperluas portofolio produknya untuk menjangkau lebih banyak segmen pengguna.
Berbeda dengan pola peluncuran sebelumnya, Apple dikabarkan sedang menggarap hingga enam model perangkat sekaligus. Selain model reguler iPhone 18, iPhone 18 Pro, dan iPhone 18 Pro Max, terdapat rumor mengenai kehadiran iPhone 18E sebagai varian entry-level. Apple juga disebut tengah menyiapkan generasi kedua dari iPhone Air yang memiliki bodi sangat tipis.
Satu model yang paling dinantikan adalah iPhone Fold, perangkat layar lipat pertama Apple yang sudah lama menjadi bahan spekulasi. Kehadiran varian ini dianggap krusial untuk menjaga relevansi Apple di pasar ponsel premium dunia. Strategi ini menunjukkan ambisi Apple untuk tidak lagi hanya bergantung pada siklus rilis empat model standar setiap tahunnya.
Apple diprediksi tetap mempertahankan ukuran layar 6,3 inci dan 6,9 inci untuk model Pro. Namun, perubahan besar akan terlihat pada Dynamic Island yang ukurannya bakal menyusut secara signifikan. Mark Gurman dari Bloomberg menyebutkan bahwa Apple berusaha menyembunyikan sensor Face ID di bawah layar, sehingga menyisakan lubang pinhole kecil saja untuk kamera depan.
Teknologi panel OLED pada iPhone 18 juga dikabarkan mengalami peningkatan standar kecerahan (brightness) yang sangat tinggi. Bocoran dari media sosial Weibo menunjukkan bahwa tuntutan spesifikasi Apple yang sangat ketat sempat memicu kendala pada rantai pasok. Hal ini mengindikasikan bahwa layar iPhone 18 akan jauh lebih terang dan efisien dibandingkan generasi iPhone 17.
Untuk estetika, Apple kabarnya sedang menguji palet warna yang lebih berani seperti burgundy, ungu, dan coffee brown. Mark Gurman mencatat bahwa warna merah tua atau burgundy menjadi kandidat kuat untuk varian Pro. Menariknya, terdapat rumor mengenai penggunaan lapisan kaca belakang dengan finish transparan yang memberikan kesan kedalaman visual berbeda dibandingkan material matte saat ini.
Bodi perangkat diprediksi akan sedikit lebih tebal dan berat dibandingkan pendahulunya. Langkah ini kemungkinan diambil untuk mengakomodasi sistem pendingin yang lebih mumpuni dan kapasitas baterai yang lebih besar. Apple tampaknya mulai memprioritaskan fungsi jangka panjang dibandingkan sekadar mengejar desain yang tipis secara ekstrem.
Terdapat rumor yang menyebutkan bahwa Apple mungkin membagi jadwal peluncuran iPhone 18 series. Model premium diprediksi meluncur pada musim gugur 2026, sementara varian yang lebih terjangkau baru akan menyusul pada awal 2027. Strategi ini kemungkinan diambil untuk mengatasi kendala produksi komponen memori yang diperkirakan akan mengalami kelangkaan.
Sejauh ini, belum ada informasi valid mengenai kenaikan harga yang signifikan. Jika Apple mempertahankan struktur harga saat ini, maka iPhone 18 diperkirakan akan dijual mulai dari kisaran 799 USD (sekitar Rp13,1 juta), sementara varian Pro Max tetap berada di angka 1.199 USD (sekitar Rp19,7 juta). Perangkat ini akan sangat cocok bagi pengguna yang menginginkan lompatan teknologi kamera profesional dan desain layar yang lebih bersih.