SELUMA — Keresahan warga Desa Kayu Arang terkait potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi fokus utama dalam pertemuan bersama jajaran Polsek Sukaraja. Sebanyak 10 perwakilan warga hadir menyampaikan keluhan mereka secara langsung kepada Kapolsek di balai desa setempat, Jumat pagi mulai pukul 09.00 WIB.
Dalam sesi dialog tersebut, masyarakat menyoroti perlunya pengawasan lingkungan yang lebih ketat, terutama untuk mencegah tindak pidana pencurian. Warga berharap personel Polsek Sukaraja dapat meningkatkan frekuensi patroli pada jam-jam yang dianggap rawan terjadi tindak kriminalitas.
Selain pengawasan dari pihak kepolisian, masyarakat juga meminta bantuan dalam pengamanan dan kontrol rumah serta lingkungan sekitar. Hal ini dianggap mendesak guna menekan angka kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang meninggalkan rumah saat bekerja maupun bepergian.
Menanggapi permintaan tersebut, Kapolsek Sukaraja menginstruksikan Bhabinkamtibmas dan unit piket patroli untuk segera menyusun jadwal patroli rutin. Langkah ini akan dikolaborasikan dengan petugas Linmas desa guna memastikan jangkauan pengamanan lebih merata hingga ke pelosok pemukiman.
Keluhan warga tidak hanya berkutat pada masalah pencurian, tetapi juga menyentuh persoalan masa depan generasi muda di Desa Kayu Arang. Masyarakat mengusulkan agar kepolisian lebih aktif menggelar penyuluhan terkait bahaya narkoba dan pencegahan kenakalan remaja untuk memotivasi anak muda setempat.
Kapolsek Sukaraja memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk merealisasikan program edukasi tersebut. Sebagai langkah darurat, kepolisian juga mensosialisasikan kembali penggunaan layanan Call Center Polri 110 yang dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam penuh.
“Jumat Curhat ini wadah kami mendengar langsung keluhan warga. Semua masukan akan kami tindak lanjuti demi Desa Kayu Arang yang aman,” tegas Kapolsek Sukaraja.
Di akhir pertemuan, pihak kepolisian mengimbau warga untuk tetap waspada dan selalu memastikan pintu serta jendela rumah dalam keadaan terkunci rapat saat bepergian. Kegiatan yang berakhir menjelang siang tersebut mendapat respons positif dari perangkat desa dan masyarakat yang hadir.