Melansir laporan Gaadiwaadi pada Sabtu (9/5), Maruti Suzuki resmi memperkenalkan Suzuki Eeco Star Edition untuk pasar domestik India. Mobil yang dikenal sebagai "kendaraan tempur" harian ini mendapatkan sentuhan baru pada sisi eksterior dan interior guna memberikan tampilan yang lebih segar dibandingkan versi standarnya.
Fokus utama dari edisi ini adalah penambahan 18 item aksesori yang mencakup aspek estetika dan fungsionalitas ringan. Pada bagian eksterior, Suzuki memberikan warna metalik, corak bumper depan dan belakang baru, serta striping bodi yang khas. Detail lainnya meliputi hiasan lampu kabut, spoiler belakang, pelindung pintu (door guard), penutup roda, hingga mud flaps dan emblem berlapis krom.
Masuk ke area kabin, Suzuki menyematkan trim kayu pada dasbor untuk memberikan kesan sedikit lebih mewah pada ruang kemudi yang aslinya sangat sederhana. Terdapat pula penutup roda kemudi baru yang masuk dalam paket penjualan ini. Secara total, nilai seluruh aksesori tersebut mencapai 37.000 rupee atau setara Rp 7 juta.
Strategi pemasaran Maruti Suzuki membuat harga mobil ini tetap kompetitif. Konsumen hanya perlu membayar biaya tambahan sebesar 19.999 rupee (sekitar Rp 3,6 jutaan) dari harga standar untuk mendapatkan seluruh kelengkapan Star Edition tersebut. Alhasil, Suzuki Eeco Star Edition dipasarkan mulai dari 573.000 rupee atau sekitar Rp 105 jutaan, sementara varian standar berada di angka Rp 102 jutaan.
Mengingat posisinya sebagai mobil entry-level, Suzuki Eeco tidak dilengkapi dengan sistem hiburan atau head unit. Pabrikan mempertahankan rancangan ruang kemudi yang fungsional dan apa adanya untuk menekan biaya produksi dan harga jual bagi konsumen pemula.
Meskipun minim fitur kenyamanan modern, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian sesuai dengan regulasi yang berlaku. Suzuki telah membekali mobil ini dengan sejumlah teknologi keamanan aktif dan pasif, antara lain:
Di balik kap mesinnya, Suzuki Eeco Star Edition mengandalkan mesin K-Series 1.2 liter naturally aspirated. Jantung pacu ini mampu memproduksi tenaga maksimal sebesar 81 dk dengan torsi puncak 105 Nm. Seluruh tenaga disalurkan ke roda belakang (RWD) melalui transmisi manual lima percepatan, sebuah konfigurasi yang dinilai tangguh untuk beban kerja berat di medan beragam.
Selain mesin bensin konvensional, tersedia pula varian berbahan bakar gas atau CNG. Varian CNG ini menghasilkan performa yang sedikit lebih rendah, yakni tenaga 71 dk dan torsi 95 Nm, namun menawarkan efisiensi operasional yang lebih baik untuk penggunaan komersial atau harian yang intens.