Garudayaksa FC mengunci gelar juara Championship Liga 2 2025/2026 setelah menumbangkan PSS Sleman melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5) malam. Kemenangan dramatis ini diraih setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu berakhir.
Kiper Garudayaksa FC, Yuwanto Beny, muncul sebagai pahlawan dalam laga final yang berlangsung tensi tinggi ini. Ia sukses membendung dua eksekutor penalti PSS Sleman, sekaligus memastikan timnya mengangkat trofi kasta kedua sepak bola Indonesia musim ini di hadapan pendukung lawan.
Drama di titik putih dimulai dengan kegagalan penendang pertama Garudayaksa, Everton, yang tembakannya melambung di atas mistar. PSS sempat berada di atas angin setelah Junior Haqi sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Namun, situasi berbalik saat Yuwanto Beny berhasil membaca arah bola Kevin Gomes sebagai penendang kedua Super Elja. Kepercayaan diri pemain Garudayaksa kembali bangkit melalui eksekusi tenang Mandacingi, Christian Frydek, dan Dedi Tri Maulana.
Taufik Hidayat yang maju sebagai penendang kelima sukses mengecoh kiper PSS untuk mengubah skor menjadi 4-3. Kemenangan Garudayaksa dipastikan setelah Yuwanto Beny kembali melakukan penyelamatan gemilang dengan memblok tendangan Gustavo Tocantins.
PSS Sleman sebenarnya menunjukkan daya juang luar biasa setelah tertinggal dua gol pada paruh pertama. Gustavo Tocantins menjadi sosok sentral yang menghidupkan asa tuan rumah lewat golnya di menit ke-60 yang memperkecil kedudukan menjadi 1-2.
Tekanan bertubi-tubi dilancarkan PSS untuk mencari gol penyeimbang. Tocantins sempat menceploskan bola kembali di menit ke-76, namun wasit menganulir gol tersebut karena sang striker sudah berdiri dalam posisi offside.
Saat laga tampak akan berakhir untuk kemenangan tim tamu, Tocantins mencetak gol krusial pada masa injury time (90+2'). Skor 2-2 memaksa pertandingan berlanjut ke babak 2x15 menit, meski tidak ada gol tambahan yang tercipta sepanjang perpanjangan waktu tersebut.
Pada babak pertama, Garudayaksa tampil sangat klinis dan efektif dalam memanfaatkan peluang. Kelilauw membuka keunggulan di menit ke-23 setelah memenangi duel udara dengan kiper PSS. Sundulan tajamnya memanfaatkan umpan silang akurat gagal dibendung pertahanan lawan.
Keunggulan tersebut bertambah di menit ke-35 melalui titik putih. Everton yang maju sebagai eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan dingin dan membawa Garudayaksa unggul 2-0. Kelilauw bahkan nyaris memperlebar jarak di awal babak kedua melalui aksi solo run, namun penyelesaian akhirnya masih melenceng.
Meski kalah di final, PSS Sleman tetap mengantongi tiket promosi ke Super League musim depan. Mereka akan naik kasta bersama sang jawara Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC yang menempati posisi ketiga.