LEBONG — Penanganan darurat bencana banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Lebong kini difokuskan pada pemulihan infrastruktur dan penyaluran bantuan pokok. Langkah cepat ini diambil setelah laporan masyarakat terkait kerusakan jalan dan pemukiman terus mengalir melalui berbagai saluran media sosial.
Anggota Komisi V DPR RI, Hj Erna Sari Dewi SE MH, memastikan satu unit ekskavator telah bekerja sejak Sabtu untuk memperbaiki titik-titik kerusakan. Kehadiran alat berat tersebut diharapkan mampu membuka kembali akses transportasi warga yang sebelumnya terganggu akibat luapan air dan material banjir.
"Ekskavator sudah bekerja sejak kemarin dan beberapa titik sudah mulai diperbaiki," ujar legislator yang akrab disapa ESD tersebut saat meninjau lokasi terdampak, Minggu (10/5/2026).
Kehadiran politisi ini menjadi perhatian masyarakat setempat karena menjadi salah satu pejabat tingkat pusat pertama yang datang langsung ke lokasi bencana. Fokus utama kunjungan tersebut adalah memastikan infrastruktur yang rusak segera mendapat penanganan agar tidak mengisolasi warga lebih lama.
Sebagai wakil rakyat yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, ESD langsung menjalin komunikasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera VII dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Meskipun sebagian lokasi terdampak bukan wewenang langsung balai sungai, ia menegaskan keselamatan warga harus didahulukan di atas batasan administratif wilayah kerja.
"Kalau sudah bicara bencana dan keselamatan masyarakat, kita tidak boleh bicara batas wilayah kerja. Yang terpenting adalah gerak cepat membantu masyarakat," tegas ESD.
Selain instansi pemerintah, penanganan ini juga melibatkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mempercepat proses pemulihan di lapangan. ESD berkomitmen untuk terus mengawal perlindungan infrastruktur di Lebong agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal.
Selain pengerahan alat berat, bantuan berupa kebutuhan logistik mulai mengalir ke posko-posko pengungsian dan rumah warga di Kabupaten Lebong. Dukungan ini dihimpun dari berbagai mitra kerja seperti Pelindo, Bank Syariah Indonesia, hingga BPBD Provinsi Bengkulu untuk meringankan beban warga terdampak.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok harian dan dukungan teknis untuk perbaikan kawasan yang rusak. ESD menegaskan bahwa penanganan bencana dan perlindungan infrastruktur harus menjadi prioritas bersama demi keselamatan serta kenyamanan masyarakat di wilayah terdampak banjir.