BENGKULU — Puluhan anak laki-laki mengenakan pakaian ihram putih. Para siswi perempuan tampil dengan busana muslimah serba putih. Mereka adalah murid TK IT Baitul Izzah yang mengikuti simulasi manasik haji di Asrama Haji Bengkulu, Senin (11/5).
Kegiatan berlangsung sejak pagi. Ratusan siswa antusias menjalani setiap tahapan: niat ihram, tawaf mengelilingi miniatur Ka'bah, sa'i antara Bukit Shafa dan Marwah, hingga lempar jumrah.
Kepala TK IT Baitul Izzah, Neni Oktaria, S.Pd, Gr, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin sekolah. Menurutnya, pembelajaran praktik langsung lebih efektif dibandingkan teori di kelas.
"Kami ingin mengenalkan tata cara ibadah haji sejak kecil. Bukan hanya teori di kelas, tetapi mereka bisa merasakan suasana pelaksanaan ibadah haji secara sederhana," ujar Neni Oktaria.
Ia menambahkan, pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman menjadi fokus utama sekolah. Kegiatan luar kelas seperti manasik haji penting untuk membangun pemahaman spiritual sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kebersamaan di antara siswa.
Para guru aktif mendampingi siswa selama kegiatan. Dengan pendekatan menyenangkan dan komunikatif, anak-anak diarahkan mengikuti tahapan manasik dengan tertib. Sesekali terdengar lantunan talbiyah yang diucapkan bersama-sama, menambah kekhidmatan suasana.
"Anak-anak jadi lebih cepat memahami karena langsung praktik. Mereka juga terlihat senang dan antusias. Ini pengalaman sangat baik untuk menanamkan pendidikan agama sejak dini," ujar wali murid, Herry Susanty Herawan.
Di akhir acara, para siswa mendapat motivasi dan pesan moral: pentingnya rajin beribadah, menghormati orang tua, serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan antara pihak sekolah dan orang tua murid.
Melalui kegiatan ini, TK IT Baitul Izzah berharap terus mencetak generasi muda yang cerdas secara akademik, serta memiliki pondasi keimanan dan akhlak yang kuat sejak usia dini.