BENGKULU SELATAN — Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Kecamatan Ulu Manna memicu longsoran tanah di Desa Kayu Ajaran, Selasa pagi. Material setinggi 1,5 meter dengan lebar sekitar lima meter menimbun badan jalan dan menghentikan lalu lintas warga setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkulu Selatan, Akisar Diardi, menyatakan laporan kejadian diterima Tim Reaksi Cepat (TRC) pada pukul 08.45 WIB. Curah hujan yang berlangsung lama disebut menjadi penyebab utama tanah tak mampu menahan debit air hingga akhirnya longsor.
“Curah hujan yang berlangsung cukup lama membuat kondisi tanah tidak mampu menahan debit air sehingga terjadi longsor dan menutup akses jalan masyarakat,” kata Akisar.
TRC BPBD Bengkulu Selatan langsung mengerahkan personel dan peralatan kebencanaan ke lokasi. BPBD juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk meminta bantuan alat berat guna mempercepat evakuasi.
“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar dan material longsor berhasil dibersihkan sekitar pukul 13.38 WIB sehingga akses jalan kembali normal,” jelas Akisar.
Meski akses jalan sudah bisa dilalui kembali, BPBD Bengkulu Selatan tetap meminta warga meningkatkan kewaspadaan. Wilayah Kecamatan Ulu Manna masih berpotensi diguyur hujan susulan yang bisa memicu longsor baru.
“Masyarakat diimbau menghindari aktivitas di dekat tebing, pohon besar dan sungai saat hujan deras maupun angin kencang. Jika terjadi kondisi darurat atau bencana serupa, segera hubungi BPBD,” tutup Akisar.