KONI Bengkulu Targetkan Medali Renang di PON 2028, Siapkan Reward Rp 1 Miliar dan Jaminan Kerja di Bank Bengkulu

Penulis: Saiful  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59:01 WIB
Pelatihan pelatih dan wasit renang di Bengkulu diikuti 48 peserta dengan narasumber bersertifikasi nasional.

BENGKULU — Sebanyak 48 peserta mengikuti pelatihan yang dibagi menjadi dua kelas, yakni 24 peserta pelatihan pelatih renang dan 24 peserta pelatihan wasit dan juri renang. Sepuluh narasumber bersertifikasi nasional turut dihadirkan, plus 16 perwakilan pengurus klub dan organisasi olahraga akuatik.

Target PON 2028: Renang Harus Lahirkan Medali

Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menargetkan cabang renang mampu melahirkan prestasi besar pada PON 2028. Ia menyebut Bengkulu memiliki banyak atlet potensial, bahkan pernah ada atlet asal daerah yang direkrut provinsi lain dan berhasil meraih emas.

“Kita ingin pada PON 2028 nanti muncul prestasi dari renang Provinsi Bengkulu. Saya yakin itu sangat mungkin,” ujar Teuku saat membuka kegiatan.

Insentif Rp 1 Miliar dan Jaminan Karier di Bank Bengkulu

Untuk memacu semangat atlet, KONI bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu tengah menyusun regulasi pemberian reward hingga Rp 1 miliar bagi peraih medali emas. Tak hanya uang, atlet berprestasi juga dijanjikan peluang bekerja di Bank Bengkulu sebagai jaminan masa depan setelah pensiun.

“Dengan adanya reward dan jaminan pekerjaan, kita berharap atlet-atlet Bengkulu semakin semangat memberikan prestasi terbaik bagi daerah,” kata Teuku.

Fasilitas Kolam Renang Standar Internasional Jadi Prioritas

Teuku menegaskan pentingnya peningkatan fasilitas olahraga renang di Bengkulu. Menurutnya, kolam renang yang ada saat ini perlu ditingkatkan menuju standar internasional agar pembinaan atlet berjalan maksimal.

Wasit dan Juri: Kunci Kualitas Kompetisi

Ketua FAI Provinsi Bengkulu, Erna Sari Dewi, menekankan bahwa kualitas sebuah kompetisi sangat ditentukan oleh perangkat pertandingan yang profesional dan adil. Ia meminta peserta pelatihan serius memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam ilmu dari instruktur bersertifikasi nasional.

“Menjadi wasit yang baik itu tentu wasit yang berintegritas, memiliki kualitas, kompetensi, dan pemahaman mendalam terhadap regulasi-regulasi terbaru. Karena regulasi terus berkembang dan itu harus dipahami,” ujar Erna.

Ia optimistis pelatihan ini melahirkan wasit dan juri berkualitas yang bisa berkembang hingga level internasional. “Discipline and dedication lead to success. Disiplin dan dedikasi akan menuntun kita menuju kesuksesan,” tegasnya.

Materi Pelatihan: dari Administrasi Lomba hingga Simulasi Perlombaan

Ketua Panitia Pelaksana, H. Yayat Wahyu, menjelaskan pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi pelatih serta wasit renang di Bengkulu. Materi yang diberikan meliputi administrasi perlombaan, manajemen kompetisi, diskusi kelompok, regulasi World Aquatics, hingga simulasi perlombaan.

“Melalui pelatihan ini kami berharap dapat lahir wasit-wasit renang yang kompeten, disiplin, objektif, dan mampu mendukung kemajuan prestasi olahraga renang di daerah maupun nasional,” tutup Yayat.

Reporter: Saiful
Sumber: rakyatdaerah.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top