KEPAHIANG — Polres Kepahiang mengerahkan personel berseragam dan berpakaian preman untuk mengamankan perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus di sejumlah gereja, Kamis (14/5/2026). Pengamanan berlapis ini bertujuan memastikan ibadah berjalan khusyuk tanpa gangguan keamanan maupun kemacetan.
Pengamanan mulai digelar sejak pukul 07.15 WIB, diawali apel kesiapan yang dipimpin KBO Sat Samapta IPDA Slamet Wiyoto. Berdasarkan Surat Perintah Kapolres Nomor: Sprin/319/V/PAM.3.3./2026, personel dibagi dalam tiga ring pengamanan.
Ring I bertugas melakukan sterilisasi dan penegakan hukum terbatas di area dalam gereja. Ring II fokus mengawasi jalannya ibadah. Sementara Ring III mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemacetan.
Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda menegaskan pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri menjaga toleransi dan keamanan masyarakat.
"Polres Kepahiang berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah Hari Kenaikan Yesus Kristus. Kami ingin memastikan ibadah berjalan khusyuk, aman, dan kondusif," ujar Yuriko dalam keterangannya.
Dalam arahannya, pimpinan apel meminta seluruh personel menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP). Mereka juga diminta menghindari pelanggaran selama bertugas.
Polres Kepahiang tidak hanya mengerahkan personel berseragam, tetapi juga anggota berpakaian preman untuk pengamanan tertutup. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan yang tidak terlihat dari luar.
Hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Kepahiang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada insiden menonjol yang dilaporkan selama perayaan berlangsung.