Utang Menumpuk dan Minta Beras ke Orangtua, Begini Siasat Nelayan Bengkulu Bertahan di Tengah Sulitnya Cari Ikan

Penulis: Fajar  •  Senin, 18 Mei 2026 | 14:11:01 WIB
Romi, ABK asal Bengkulu, menghadapi tantangan pendapatan tidak menentu akibat menurunnya hasil tangkapan ikan.

BENGKULU — Dua lembar uang Rp 20 ribu lusuh berpindah dari tangan Romi ke pemilik warung di tepi Pantai Malabero, Minggu (17/5/2026). Uang itu ia gunakan untuk membayar utang kopi dan rokok. "Pendapatan saya hari ini hanya Rp 40 ribu, minus sementara modal saya berangkat malam tadi modal bekal Rp 50 ribu artinya minus Rp 10 ribu, tak ada uang yang saya bawa pulang untuk makan anak dan isteri," keluh Romi.

Sejak dua tahun terakhir, hasil tangkapan ikan terus menurun. Romi yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) pada Dodi Suprianto, pemilik kapal kecil, mengaku pendapatannya tidak menentu. Gaji Romi dihitung dari persentase hasil ikan yang dibawa ke darat. "Bila dapat ikan banyak maka gaji ikut naik, namun bila pendapatan ikan sedikit atau kosong maka pulang dengan tangan hampa," ujarnya.

Utang Jadi Andalan Saat Tangkapan Sepi

Kebutuhan rumah tangga tidak bisa menunggu hasil laut yang tak menentu. Romi mengaku terus terjerat utang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Kalau pendapatan minim atau nihil saya harus berutang, meskipun besok tidak dapat ikan lagi maka berutang lagi, terus menumpuk. Nanti saat hasil tangkapan ikan banyak barulah bisa bayar utang," jelas dia.

Situasi makin sulit ketika utang tak lagi bisa didapat. Romi masih beruntung karena orangtuanya bersedia membantu. "Kalau tidak dapat tempat berutang kadang saya pulang ke rumah orangtua minta beras untuk sekali masak, besok melaut lagi siapa tahu tangkapan melimpah," kilahnya.

Nasib ABK di Tengah Kenaikan Biaya Melaut

Berbeda dengan pemilik kapal yang harus menanggung biaya operasional seperti bahan bakar dan es batu, Romi sebagai ABK hanya bergantung pada hasil bagi. Namun, sedikitnya tangkapan ikan tetap berimbas langsung pada uang yang ia bawa pulang untuk satu istri dan dua anaknya yang masih duduk di bangku SD.

Romi mengaku tetap menanam asa bahwa suatu ketika hasil tangkapan ikan akan melimpah. Namun, asa itu tak serta-merta mengenyangkan perut hari ini. Ia berharap pemerintah mampu membuat kebijakan yang berpihak pada nelayan kecil, agar siklus utang dan ketergantungan pada orangtua bisa diputus.

Reporter: Fajar
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top