Pencarian

Karantina Bengkulu Kawal Ekspor 22 Ton Kolang-Kaling ke Vietnam, Bukti Peluang Pasar Internasional bagi Komoditas Daerah

Minggu, 19 Juli 2026 • 22:17:31 WIB
Karantina Bengkulu Kawal Ekspor 22 Ton Kolang-Kaling ke Vietnam, Bukti Peluang Pasar Internasional bagi Komoditas Daerah
Karantina Bengkulu menerbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan untuk 22 ton kolang-kaling yang diekspor ke Vietnam.

BENGKULU — Sebanyak 22.000 kilogram kolang-kaling dari Bengkulu resmi dikirim ke Vietnam melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sebelum diberangkatkan, Karantina Bengkulu menerbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan atau Phytosanitary Certificate sebagai jaminan bahwa produk tersebut memenuhi standar negara tujuan.

Proses Karantina: Dari Pemeriksaan hingga Sertifikasi

Karantina Bengkulu mendampingi eksportir sejak tahap awal pengajuan hingga penerbitan dokumen kesehatan. Kepala Karantina Bengkulu Betty Fajarwati menyatakan bahwa lembaganya siap mendampingi pelaku usaha di setiap tahapan ekspor.

"Karantina Bengkulu selalu siap mendampingi pelaku usaha dan eksportir dalam setiap tahapan ekspor, mulai dari pemenuhan persyaratan karantina hingga penerbitan sertifikat kesehatan," ujar Betty di Bengkulu, Minggu.

Menurutnya, pendampingan ini memastikan komoditas pertanian Bengkulu memiliki jaminan mutu dan keamanan sehingga dapat diterima dengan baik di negara tujuan.

Mengapa Kolang-Kaling Bengkulu Dilirik Pasar Vietnam?

Betty menjelaskan bahwa pohon aren sebagai penghasil kolang-kaling tumbuh subur di Bengkulu, terutama di Kabupaten Rejang Lebong. Daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi kolang-kaling di Indonesia.

Ia berharap ekspor ini dapat berlanjut dengan volume yang semakin meningkat seiring perbaikan kualitas produk. "Ekspor kolang-kaling ini diharapkan dapat terus berlanjut dan volumenya semakin meningkat, dengan kualitas produk yang semakin baik tentunya," tuturnya.

Potensi Ekspor Lain dari Bengkulu

Selain kolang-kaling, Bengkulu memiliki sejumlah komoditas pertanian berpotensi ekspor seperti kopi, pinang, kelapa, karet, kakao, serta hasil perkebunan dan hortikultura lainnya. Betty menilai komoditas-komoditas itu mampu memberikan nilai tambah bagi petani, pelaku usaha, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen Karantina Bengkulu memberikan pelayanan cepat dan profesional sesuai standar internasional disebutnya sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah di pasar global.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks