BENGKULU UTARA — Arus lalu lintas di Jembatan Air Urai Kecil, jalur penghubung antar desa di Kecamatan Air Urai, dipastikan lumpuh sementara pada Rabu dini hari. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak diizinkan melintas selama proses pengecoran beton berlangsung.
Penutupan total ini merupakan bagian dari restorasi jembatan yang menjadi komitmen pemerintah untuk meningkatkan keselamatan berkendara sekaligus memperlancar distribusi logistik di jalur Lintas Sumatra.
Persiapan Teknis Sudah Matang Sebelum Penutupan
Berdasarkan pantauan di lokasi, kesiapan teknis proyek telah mencapai tahap akhir. Para pekerja terpantau selesai memasang anyaman besi tulangan dan menyiagakan seluruh alat penunjang keselamatan.
Area sekitar proyek juga telah disterilkan. Rambu petunjuk jalan, kerucut lalu lintas (traffic cone), dan garis pengaman dipasang untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi pengguna jalan.
Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif Selama Enam Jam
Pihak pelaksana proyek menghimbau pengguna jalan yang akan melintasi jalur Lintas Sumatra Bengkulu Utara untuk mengantisipasi jadwal penutupan ini. Pengendara diminta menurunkan laju kendaraan, mematuhi arahan petugas lapangan, dan memanfaatkan jalur alternatif selama bentang waktu penutupan berlangsung.
Setelah tenggat pukul 06.00 WIB, arus lalu lintas di atas jembatan akan langsung dibuka kembali secara normal.
Permintaan Maaf dari Pengawas Proyek ke Masyarakat
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas hambatan perjalanan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Dukungan serta pengertian dari masyarakat sangat kami harapkan agar proyek penguatan jembatan ini dapat rampung tepat waktu," ujar salah satu pengawas proyek di lapangan.
Restorasi Jembatan Air Urai Kecil dinilai vital bagi kelancaran mobilitas warga Desa Bukit Makmur dan Giri Kencana. Perbaikan ini juga diharapkan memperkuat ketahanan infrastruktur menghadapi beban kendaraan logistik yang melintas setiap hari.