LEBONG — Setelah menunggu hampir lima tahun, warga Kecamatan Lebong Utara akhirnya menyaksikan realisasi pembangunan Jembatan Bukit Harapan. Bupati Lebong H. Azhari, SH, MH menandai dimulainya pengerjaan proyek tersebut melalui seremoni titik nol pada Jumat (4/9/2026).
Jembatan ini dibangun dengan anggaran Rp 1,3 miliar dan ditargetkan rampung dalam empat bulan, yakni mulai 4 September hingga 27 Desember 2026.
Lima Tahun Menunggu, Banyak Warga Jadi Korban
Usulan pembangunan jembatan sebenarnya telah disampaikan warga sejak Desember 2021. Namun, realisasinya baru terwujud tahun ini setelah melalui proses panjang di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lebong.
Keterlambatan itu disebut memakan korban. Azhari mengungkapkan, banyak pengendara sepeda motor dan pejalan kaki yang jatuh akibat kondisi jembatan lama yang membahayakan.
"Memang setelah kami mendapatkan informasi, jembatan ini diusulkan pada bulan Desember 2021. Sekarang 2026, jadi cukup lama, lima tahun. Dan sudah banyak memakan korban, informasi yang saya terima, baik mereka yang mengendarai sepeda motor maupun pejalan kaki sudah banyak yang jatuh," ujarnya.
Spesifikasi Jembatan: Panjang 10 Meter, Lebar 4,6 Meter
Jembatan Bukit Harapan dibangun dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 4,6 meter. Infrastruktur ini diharapkan memperlancar akses transportasi masyarakat sekaligus menghilangkan kendala yang selama ini dirasakan warga.
"Mudah-mudahan dengan kehadiran pemerintah daerah untuk masyarakat, ini membantu transportasi masyarakat sehingga mempermudah mereka dan tidak terkendala lagi berkaitan dengan jembatan," kata Azhari.
Efisiensi Anggaran Tak Menghentikan Pembangunan
Azhari menegaskan, proyek ini tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah. Ia memastikan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga tetap menjadi prioritas.
"Kami tetap bergerak untuk masyarakat membangun dengan situasi efisiensi ini. Mudah-mudahan masyarakat merasa kehadiran pemerintah daerah dengan dibangunnya jembatan ini," ungkapnya.
Kontraktor Diminta Kerja Profesional dan Tepat Waktu
Pemkab Lebong menunjuk CV Kim Anugerah Makmur sebagai pelaksana pembangunan. Azhari meminta kontraktor bekerja profesional dan cepat mengingat waktu pengerjaan yang relatif singkat.
"Bekerjalah secara profesional dan gerak cepat dengan tetap menjaga kualitas. Kepada pekerja, gunakan keselamatan, gunakan alat-alat yang sesuai. Jangan sampai terjadi kecelakaan dalam pekerjaan," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar kontraktor menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal dengan mengedepankan mutu dan keselamatan kerja. "Kami yakin kontraktor pelaksana yang hadir di sini bisa menyelesaikan pekerjaan pada waktunya," kata Azhari.
Pendampingan Kejari Lebong dan Harapan Warga
Proses pembangunan Jembatan Bukit Harapan bakal didampingi oleh Jaksa Pengacara Negara (Datun) dari Kejaksaan Negeri Lebong. Pendampingan ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai aturan.
Bupati juga meminta masyarakat ikut menjaga dan memelihara jembatan yang telah dibangun agar usia pakainya panjang. Dengan direalisasikannya pembangunan ini, Pemkab Lebong berharap akses warga semakin lancar dan aktivitas sehari-hari tidak lagi terhambat.