Pencarian

Pemkot Bengkulu Gencarkan Sosialisasi Imunisasi Anak Sekolah setelah Temukan Wali Murid Menolak Vaksin Campak

Kamis, 03 September 2026 • 18:51:31 WIB
Pemkot Bengkulu Gencarkan Sosialisasi Imunisasi Anak Sekolah setelah Temukan Wali Murid Menolak Vaksin Campak
Dinas Kesehatan Kota Bengkulu memperluas sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kepada wali murid dan guru SD.

Dinas Kesehatan Kota Bengkulu memperluas sosialisasi program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) ke wali murid dan guru SD setelah menemukan sejumlah orang tua menolak anaknya divaksin campak. Kepala Dinkes Kota Bengkulu Nelly Hartati menyebut penolakan itu terjadi karena minimnya pemahaman tentang imunisasi lanjutan.

KOTA BENGKULU — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mempercepat sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kepada wali murid dan guru sekolah dasar (SD) di wilayah tersebut. Langkah ini merupakan respons atas temuan sejumlah orang tua yang menolak anaknya diimunisasi campak karena minimnya pengetahuan tentang manfaat vaksin.

Kepala Dinkes Kota Bengkulu Nelly Hartati menyebut sosialisasi diperlukan untuk membangun pemahaman bahwa imunisasi lanjutan tidak hanya melindungi anak dari campak, tetapi juga dari berbagai penyakit menular lain.

Penolakan Orang Tua karena Minim Pengetahuan

Nelly mengakui masih ada wali murid yang menolak anaknya mendapatkan suntikan imunisasi campak. "Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan guru terkait pentingnya imunisasi guna menghindari dan mengantisipasi penyakit campak," ujarnya di Bengkulu, Kamis.

Ia menjelaskan imunisasi lanjutan sangat penting lantaran kekebalan tubuh yang diperoleh anak saat imunisasi dasar pada masa bayi dan di bawah dua tahun (baduta) mulai mengalami penurunan ketika anak memasuki usia sekolah. Karena itu, vaksinasi ulang diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh anak tetap optimal.

Sekolah Jadi Tempat Penyebaran Penyakit Menular

Lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat dengan risiko tinggi penyebaran penyakit. Nelly menerangkan aktivitas belajar di ruang kelas, penggunaan transportasi umum, serta interaksi selama perjalanan menuju dan pulang sekolah menjadi jalur yang memungkinkan virus maupun bakteri menyebar cepat.

Setidaknya terdapat 11 jenis virus dan delapan jenis bakteri yang dapat menular melalui udara maupun kontak dengan hidung, mulut, dan kulit. Jika anak tidak terlindungi, ia berisiko membawa penyakit itu ke rumah dan menulari anggota keluarga lain, seperti adik bayi, balita, hingga kakek dan nenek.

"Anak-anak dapat saling menularkan penyakit selama berjam-jam ketika beraktivitas bersama di sekolah. Karena itu, perlindungan melalui imunisasi menjadi langkah pencegahan yang sangat penting," kata Nelly.

Vaksinasi di SD dan Jaminan Keamanan Vaksin

Untuk meningkatkan capaian vaksinasi, Dinkes Kota Bengkulu melalui puskesmas melakukan vaksinasi di sekolah dasar yang tersebar di wilayah kota. Program BIAS menyasar anak usia sekolah sebagai upaya pemerintah memperkuat perlindungan kesehatan dari penyakit menular.

Nelly memastikan seluruh vaksin yang diberikan dalam program BIAS telah memenuhi standar keamanan, bersertifikat halal, dan terbukti efektif secara klinis. Ia berharap sosialisasi yang berkelanjutan mampu menghilangkan keraguan orang tua dan membawa Kota Bengkulu mencapai cakupan imunisasi yang optimal.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks