SELUMA — Kabupaten Seluma bakal kedatangan pemain baru di industri pengolahan sawit. PT Bukit Palma Prima (BPP) tengah menuntaskan serangkaian perizinan untuk mendirikan pabrik kelapa sawit berkapasitas 45 ton per jam di Kelurahan Masmambang, Kecamatan Talo.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Seluma, Mulyadi. Menurutnya, progres pengurusan izin dari perusahaan sudah berada di tahap akhir.
"PT BPP atau Bukit Palma Prima yang berinvestasi di Kelurahan Masmambang, Kecamatan Talo, betul-betul serius. Proses izin lokasi atau KKPR-nya sudah selesai. Minggu ini sudah memasuki tahap izin SKKL (Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan)," ujar Mulyadi.
Lahan 45 Hektare Sudah Dibebaskan dari Warga
Salah satu bukti keseriusan investor adalah rampungnya pembebasan lahan. Total lahan yang sudah menjadi milik perusahaan mencapai 45 hektare, yang sebelumnya merupakan tanah milik masyarakat setempat.
Setelah izin SKKL resmi terbit, proses selanjutnya berada di tangan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Seluma atau Provinsi Bengkulu nantinya akan menerbitkan Surat Izin Usaha Industri sebelum perusahaan memulai pekerjaan fisik.
Target Konstruksi dan Operasional Pabrik di Masmambang
Tahapan pembangunan pabrik akan dimulai setelah seluruh izin industri keluar. PT BPP bakal melakukan land clearing atau pembukaan lahan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan blok dan infrastruktur (PBI).
"Setelah izin industri terbit, mereka baru melakukan land clearing, lalu masuk ke tahap berikutnya yaitu Pembuatan Blok dan Infrastruktur (PBI). Proses konstruksi awal ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun," tambah Mulyadi.
Jika konstruksi berjalan sesuai rencana, pabrik pengolahan kelapa sawit ini baru bisa beroperasi penuh setelah izin operasional resmi diterbitkan menyusul seluruh bangunan utama dan fasilitas penunjang selesai dibangun.
Harapan Baru bagi Petani Sawit di Seluma
Kehadiran pabrik berkapasitas besar ini dinilai akan menjadi titik balik bagi perekonomian perkebunan rakyat di Seluma. Selama ini, sejumlah petani kerap mengeluhkan harga tandan buah segar (TBS) yang fluktuatif karena jauhnya jarak ke pabrik pengolahan di luar daerah.
Dengan adanya fasilitas pengolahan di Masmambang, biaya transportasi TBS diharapkan bisa ditekan. Investasi ini juga diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan, baik selama masa konstruksi maupun saat pabrik sudah beroperasi. Kehadiran PT BPP sekaligus memperkuat posisi Seluma sebagai salah satu sentra sawit di Provinsi Bengkulu.