SELUMA — Sektor pajak daerah yang dipatok Rp30 miliar sudah terkumpul Rp21 miliar atau sekitar 70 persen. Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menjadi penyumbang tertinggi, mengungguli Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam capaian tersebut.
Plt Kepala Bapenda Seluma, Edi Yustiono, memastikan strategi jemput bola akan menyasar wilayah yang masih dapat dijangkau kendaraan operasional pajak. Langkah ini diambil untuk mempermudah wajib pajak di pelosok yang kesulitan datang ke kantor pelayanan.
PKB Jadi Penopang Utama Penerimaan Pajak Daerah
Dari total pajak daerah Rp30 miliar yang masuk Rp21 miliar, kontribusi PKB paling besar dibandingkan sektor lain. Hal ini menunjukkan mobilitas kendaraan bermotor di Seluma cukup tinggi dan menjadi andalan pendapatan daerah.
Meski capaian pajak daerah sudah 70 persen, Edi menekankan masih ada pekerjaan rumah untuk menutup sisa target PAD sebesar Rp15 miliar hingga akhir tahun. Ia menyebutkan waktu yang tersisa sekitar empat bulan untuk menuntaskan seluruh target.
Layanan Pajak Berjalan Menyasar Warga di Desa Terpencil
Tim Bapenda akan turun langsung dengan kendaraan operasional ke desa-desa yang aksesnya masih memungkinkan. Pelayanan keliling ini diharapkan menjangkau warga yang selama ini menunda pembayaran karena jarak dan biaya transportasi.
“Mudah-mudahan target-target ini bisa kami capai dalam waktu 4 bulan ke depan. Kami sangat berharap masyarakat terus sadar dan melakukan kewajiban perpajakannya,” ujar Edi Yustiono.
Empat Bulan Terakhir Menentukan Capaian PAD Seluma
Edi mengakui tantangan di lapangan tidak mudah, terutama untuk meyakinkan masyarakat membayar pajak di tengah kondisi ekonomi yang beragam. Karena itu, pelayanan langsung ke desa-desa menjadi langkah konkret yang ia andalkan.
Ia berharap kesadaran warga meningkat seiring kemudahan akses yang diberikan Bapenda. Dengan cara itu, target PAD Rp44 miliar tahun ini bisa terpenuhi maksimal dan pembangunan daerah tidak terganggu.