BKSDA Bengkulu Akselerasi Desa Wisata Kungkai Baru di Seluma, Warga Dilarang Garap Hutan Ilegal Demi Ekonomi Baru

Penulis: Yasir  •  Senin, 18 Mei 2026 | 14:21:01 WIB
BKSDA Bengkulu mendorong pengelolaan wisata legal di Desa Kungkai Baru untuk konservasi dan ekonomi lokal.

SELUMA — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu memastikan proses legalitas pengelolaan wisata di Desa Kungkai Baru berjalan sesuai koridor undang-undang. Kepala Wilayah II BKSDA Bengkulu, Mariska Tarantona, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat ini dirancang agar aktivitas pariwisata tidak menabrak aturan konservasi sumber daya alam hayati.

"Kita sangat serius mengupayakan terwujudnya Desa Wisata Kungkai Baru yang secara sah mengelola kawasan konservasi," ujar Mariska, Sabtu (16/5/26).

Mengapa Warga Dilarang Merambah Hutan?

Selama ini, sebagian warga sekitar kawasan hutan kerap mencari nafkah dengan membuka lahan ilegal atau mengambil hasil hutan secara liar. Praktik itu tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam kelestarian ekosistem di Kabupaten Seluma.

Melalui pola kemitraan konservasi yang sah, BKSDA membuka keran ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Mariska menyebut keterlibatan aktif warga dalam mengelola potensi alam menjadi kunci utama menekan angka perambahan hutan.

Potensi Alam dan Budaya yang Bernilai Jual

Desa Kungkai Baru dinilai memiliki modal kuat untuk bertransformasi menjadi destinasi wisata alam unggulan. Selain bentang alam yang masih asri, desa ini menyimpan potensi budaya organik serta keragaman hayati yang bernilai jual tinggi bagi wisatawan.

"Dengan berbagai potensi yang ada, sangat rugi jika tidak kita berdayakan masyarakatnya untuk menopang ekonomi," urai Mariska.

Pendampingan Teknis dan Edukasi Hukum

BKSDA secara kontinu memberikan pendampingan teknis dan edukasi hukum mengenai batasan pengelolaan zona pemanfaatan di kawasan konservasi. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan melahirkan harmonisasi antara kepentingan perlindungan alam dan peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat di sekitar hutan.

Jika program ini berhasil, Kungkai Baru diproyeksikan menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat (community-based ecotourism) di Provinsi Bengkulu. Sektor ini juga diyakini memicu pertumbuhan ekonomi kreatif, penyediaan akomodasi lokal, hingga pembukaan lapangan kerja baru yang ramah lingkungan bagi pemuda desa.

Reporter: Yasir
Sumber: satujuang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top