CURUP — Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong memastikan pasar murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM) bakal digelar di halaman GOR Curup pada Senin, 25 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok yang biasa terjadi menjelang Idul Adha.
Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Rejang Lebong, Sofan Wahyudi, mengatakan seluruh bahan yang dijual di pasar murah nanti dipatok setara harga distributor. Artinya, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok lebih murah dibandingkan harga eceran di pasar tradisional.
Pemkab Rejang Lebong menggandeng Perum Bulog Cabang Rejang Lebong dan sejumlah distributor sembako lokal untuk mengisi lapak-lapak pasar murah. Dari Bulog, pasokan yang disiapkan antara lain beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, dan gula pasir.
"Untuk bahan kebutuhan pokok yang dijual ini di antaranya yang berasal dari Bulog seperti beras SPHP, kemudian minyak goreng dan gula," kata Sofan Wahyudi saat dihubungi di Rejang Lebong, Jumat.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Rejang Lebong akan menyediakan bahan segar yang harganya kerap fluktuatif. Komoditas seperti telur ayam, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih menjadi andalan dari dinas tersebut. Beberapa produk tambahan juga akan disuplai oleh distributor sembako yang ikut berpartisipasi.
Program ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang rutin dilakukan Pemkab Rejang Lebong setiap menjelang hari besar keagamaan. Lonjakan permintaan masyarakat saat Idul Adha kerap mendorong harga kebutuhan pokok naik secara signifikan.
Pasar murah terbuka untuk seluruh warga Rejang Lebong. Tidak ada syarat khusus atau kuota terbatas yang disebutkan pihak pemkab. Masyarakat cukup datang langsung ke lokasi di halaman GOR Curup pada hari pelaksanaan.
Sofan mengimbau warga agar datang lebih awal untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pihaknya juga berharap pasar murah ini bisa meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang hari raya.