BENGKULU TENGAH — MAFIA mengendus adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Dana BOS di SDN 07 Bengkulu Tengah untuk tahun anggaran 2024. Total anggaran yang dikelola sekolah sebesar Rp 198.836.000, namun dalam penelusuran awal, lembaga ini menemukan beberapa item belanja yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
Ketua MAFIA, Riko Febrian, mengungkapkan bahwa pihaknya mulai melakukan penelusuran setelah menerima laporan dari warga sekitar pada awal pekan lalu. Laporan tersebut mencurigai adanya pemborosan dan ketidakwajaran dalam belanja barang dan jasa di sekolah dasar tersebut.
"Kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi. Setelah mencocokkan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dengan realisasi fisik, kami menemukan beberapa kejanggalan yang patut dipertanyakan," ujar Riko dalam keterangannya, Senin (17/3).
Tim MAFIA melakukan investigasi dengan membandingkan dokumen perencanaan dengan bukti pengeluaran. Salah satu temuan menonjol adalah pengadaan barang yang dinilai tidak sesuai spesifikasi dan harga pasar. Selain itu, terdapat juga alokasi dana untuk kegiatan yang tidak jelas outputnya.
"Ada item yang harganya di atas harga pasar wajar, ada juga kegiatan yang seharusnya tidak memerlukan biaya sebesar itu. Ini indikasi markup dan potensi kerugian negara," tegas Riko.
MAFIA mencatat setidaknya ada tiga pos anggaran yang patut diduga bermasalah, yaitu belanja alat peraga pendidikan, biaya penyelenggaraan ujian, dan pengadaan ATK yang volumenya dinilai tidak realistis.
Riko Febrian mendesak Inspektorat Kabupaten Bengkulu Tengah untuk segera melakukan audit investigasi secara menyeluruh. Menurutnya, temuan awal ini sudah cukup kuat untuk dijadikan dasar pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami sudah menyampaikan temuan ini secara resmi ke Inspektorat. Kami minta ada tindakan tegas, jangan sampai dana pendidikan yang seharusnya untuk anak-anak justru bocor," pintanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SDN 07 Bengkulu Tengah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Tengah belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan MAFIA tersebut. Publik menanti langkah konkret dari aparat pengawas internal pemerintah daerah untuk mengusut tuntas dugaan masalah ini.