BENGKULU — Pemusatan latihan Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026 yang dimulai akhir Juli mendatang menyisakan satu cerita menarik. Bukan soal taktik atau gol semata, melainkan sikap seorang pemain muda yang dinilai pelatih kepala sebagai aset langka.
John Herdman memberikan pujian setinggi langit kepada Rayhan Hannan. Pelatih asal Inggris itu menyebut sang pemain memiliki insting alami untuk memenangkan duel, sesuatu yang menurutnya tidak bisa diajarkan dalam sesi latihan biasa.
Yang membuat Herdman terkesan bukanlah visi umpan atau kemampuan mencetak gol Hannan semata. Melainkan, reaksinya saat kehilangan bola. Di banyak momen, pemain menyerang cenderung berhenti atau menunggu. Hannan justru melakukan yang sebaliknya.
"Saya rasa di Indonesia saya melihat banyak pemain menyerang ketika mereka kehilangan bola, itu bukan masalah mereka. Tapi, untuk Hanan, dia menikmati bagian dari permainan tersebut," ujar Herdman di Stadion Madya GBK, Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa Hannan memiliki mentalitas yang dicari Herdman. Pelatih berusia 50 tahun itu tengah membangun cetak biru taktik yang bertumpu pada intensitas tinggi.
Pujian ini tidak datang begitu saja. Hannan menjalani musim yang solid bersama Persija Jakarta di BRI Liga 1. Performa apiknya di lima pertandingan terakhir menjadi alasan utama ia dipanggil ke pemusatan latihan.
Herdman mencatat tiga hal spesifik dari gelandang serang Persija itu. Pertama, kemampuan kreatifnya yang terus meningkat. Kedua, ketajamannya dalam memecah garis pertahanan lawan. Ketiga, yang paling penting, kemauan untuk merebut kembali bola yang baru lepas dari kakinya.
"Dia pemain muda yang bagus. Saya senang dengan intensitasnya. Satu hal yang ditekankan dalam cetak biru taktis yang kami tanamkan di Indonesia adalah membutuhkan intensitas, dan saya rasa Hanan melakukannya secara alami," kata Herdman.
Dengan pujian dari pelatih kepala, peluang Hannan untuk menjadi bagian penting skuad Garuda di Piala AFF 2026 terbuka lebar. Karakternya yang komplet—bisa menyerang dan bertahan—memberi Herdman opsi taktis yang lebih fleksibel.
Herdman menambahkan, "Anda tidak perlu memberitahunya sebagai pelatih, dia memiliki keinginan untuk memenangkan bola." Kalimat itu menjadi bukti bahwa Hannan bukan sekadar pemain pelapis di mata pelatih. Ia adalah tipe pemain yang bisa menjadi fondasi permainan tim.