Bulog Bengkulu Serap 3.867 Ton Gabah dan Beras Petani, Stok Cadangan Pangan Nasional Tembus 5 Juta Ton

Penulis: Fajar  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 00:51:31 WIB
Bulog Bengkulu berhasil menyerap 3.867 ton gabah dan beras dari petani untuk penguatan stok pangan nasional.

KOTA BENGKULU — Angka serapan 3.867 ton setara beras itu dikumpulkan Bulog dari hasil panen petani di seluruh wilayah kerja Kanwil Bengkulu. Dody Syahrial, Pimpinan Bulog Kanwil Bengkulu, mengatakan realisasi tersebut merupakan wujud nyata keberpihakan negara kepada petani.

"Realisasi serapan sebesar 3.867 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Bengkulu menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional," kata Dody di Kota Bengkulu, Kamis.

Dampak Serapan terhadap Stok Pangan Nasional

Dody menjelaskan, capaian serapan ini berdampak langsung terhadap penguatan stok CBP. Saat ini, ketersediaan beras yang dikelola Bulog secara nasional telah melampaui 5 juta ton. Angka tersebut menjadi level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

Stok sebesar itu memberikan jaminan ketersediaan pangan yang kuat. Bulog dapat menggunakannya untuk berbagai kebutuhan pemerintah, seperti stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar.

Target Nasional 4 Juta Ton Optimis Tercapai

Pihak Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai, bahkan sebelum akhir tahun. Dody menyebut keberhasilan serapan ini bukan sekadar angka, melainkan hasil kolaborasi semua pihak.

"Capaian realisasi penyerapan gabah tersebut tidak terlepas dari kolaborasi, kerja sama, bahu membahu semua lintas baik dari petani, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Bulog, serta pihak terkait lainnya yang ada dalam mencapai swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional," sebut dia.

Langkah Bulog Menjaga Keseimbangan Harga

Upaya penyerapan ini dilakukan dalam rangka menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan nasional. Dengan terserapnya hasil panen petani, diharapkan harga gabah di tingkat petani tetap berada di level yang menguntungkan.

Dengan stok nasional yang melimpah, Bulog juga memiliki ruang fiskal yang cukup untuk melakukan operasi pasar jika terjadi lonjakan harga beras di pasaran. Hal ini menjadi jaring pengaman bagi konsumen sekaligus produsen di sektor pangan.

Reporter: Fajar
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top