Ini menjadi penampilan keenam beruntun dan ketujuh secara keseluruhan bagi Australia di putaran final Piala Dunia. Catatan FIFA menunjukkan, Australia pertama kali lolos pada edisi 1974 di Jerman Barat, tetapi langsung terhenti di fase grup.
Setelah absen tujuh edisi beruntun, Australia kembali ke panggung Piala Dunia pada 2006 di Jerman dan langsung menembus babak 16 besar. Namun, tiga edisi berikutnya mereka gagal melewati fase grup sebelum kembali ke babak 16 besar pada edisi 2022 di Qatar.
Australia memastikan tiket ke putaran final setelah finis sebagai runner-up Grup C Kualifikasi putaran ketiga zona Asia. Mereka mengumpulkan 19 poin dari 10 pertandingan, hanya kalah dari Jepang di puncak klasemen.
Pelatih Tony Popovic kini menukangi tim setelah menggantikan Graham Arnold di tengah proses kualifikasi. Popovic mewarisi skuad yang sudah mapan dengan beberapa pemain kunci yang patut diwaspadai lawan.
Di lini depan, Australia memiliki Tete Yengi, penyerang tajam yang menjadi andalan selama fase kualifikasi. Sementara itu, gelandang Cristian Volpato menjadi nama menarik lain karena sebelumnya sempat menjadi tumpuan timnas junior Italia dan kini memperkuat Sassuolo di Serie A.
Kapten Mathew Ryan tetap menjadi sosok sentral di bawah mistar gawang. Pengalamannya bermain di berbagai klub Eropa membuatnya menjadi pemimpin yang diandalkan di lapangan.
Sepanjang sejarah, pencapaian terbaik Australia di Piala Dunia adalah babak 16 besar pada 2006 dan 2022. Di luar turnaman dunia, mereka pernah menjadi juara Piala Asia pada 2015 dan runner-up Piala Konfederasi 1997. Saat ini, Australia menempati peringkat ke-27 dalam ranking FIFA.