REJANG LEBONG — Sebanyak 280 petugas sensus dari BPS Kabupaten Rejang Lebong mulai bergerak pada pertengahan tahun depan. Mereka bertugas mendatangi langsung rumah-rumah dan tempat usaha warga untuk mengumpulkan data ekonomi terbaru.
Kepala BPS Rejang Lebong Dwi Yogo Supriyanto mengatakan, ratusan petugas itu akan menyisir 15 kecamatan di wilayahnya. "BPS Rejang Lebong menerjunkan 280 petugas sensus yang akan melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Rejang Lebong yang mencakup 15 kecamatan," kata dia, Rabu.
Setiap petugas telah dibekali pelatihan dan instrumen pendataan. Mereka akan mencatat berbagai variabel, mulai dari jenis usaha, karakteristik individu dan keluarga, hingga informasi pendukung lain yang berkaitan dengan aktivitas perekonomian masyarakat.
Hasil sensus ini bukan sekadar angka statistik. Dwi Yogo menekankan bahwa basis data yang akurat dan mutakhir akan menjadi fondasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun rencana pembangunan. "Data yang dihasilkan ini nantinya bakal menjadi landasan penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan serta pengambilan kebijakan strategis yang tepat sasaran oleh pemerintah," jelasnya.
Dengan data yang valid, kebijakan seperti subsidi usaha, pengembangan pasar, atau program pemberdayaan UMKM bisa dirancang lebih tepat sasaran. Hal ini diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.
BPS mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat umum untuk menyambut baik kedatangan petugas. Informasi yang jujur dan lengkap sangat menentukan kualitas data akhir. "Untuk itu masyarakat diharapkan agar memberikan informasi yang jujur dan lengkap kepada petugas sensus," ujar Dwi Yogo.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang digelar setiap sepuluh tahun sekali. Partisipasi aktif warga Rejang Lebong menjadi kunci agar potensi ekonomi daerah terpetakan secara utuh.