PDRB Jasa Pertanian Bengkulu Tembus Rp 325,25 Miliar di 2025, Tumbuh 4,24 Persen, Tertinggi dalam 3 Tahun Terakhir

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:17:31 WIB
PDRB jasa pertanian Bengkulu mencapai Rp 325,25 miliar pada 2025 dengan pertumbuhan 4,24 persen.

BENGKULU — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan PDRB sektor jasa pertanian dan perburuan Bengkulu pada 2025 mencapai 4,24 persen, lebih tinggi dari rata-rata tiga tahun terakhir. Nilai absolut sektor ini tercatat Rp 325,25 miliar, atau naik 86,93 persen sejak 2010.

Pertumbuhan Konsisten, Tak Pernah Kontraksi Selama 16 Tahun

Sepanjang periode pengamatan 2010-2025, sektor ini tidak pernah mencatatkan pertumbuhan negatif. Rata-rata pertumbuhan tahunan mencapai 4,26 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada 2014 sebesar 8,82 persen.

Satu-satunya perlambatan signifikan terjadi pada 2020, saat sektor ini hanya tumbuh 0,35 persen. Namun, Bengkulu berhasil mempertahankan momentum positif tanpa satu pun tahun mengalami kontraksi nilai.

Peringkat Bengkulu Naik ke Posisi 18 Nasional

Secara nasional, peringkat Bengkulu untuk sektor ini terus membaik. Pada 2010, provinsi ini berada di posisi 21, dan kini naik ke peringkat 18 pada 2025. Di Pulau Sumatera, Bengkulu konsisten menempati peringkat ke-8 selama satu dekade terakhir.

Nilai PDRB Bengkulu pada 2025 tercatat Rp 325,25 miliar, hanya terpaut tipis Rp 4,25 miliar dari Nusa Tenggara Timur yang berada di peringkat 17 nasional dengan nilai Rp 329,5 miliar.

Perbandingan: Sulawesi Barat Catat Pertumbuhan Tertinggi

Di antara provinsi pembanding, Sulawesi Barat mencatat pertumbuhan paling agresif pada 2025, yakni 10,99 persen, meski nilai totalnya masih di bawah Bengkulu, yaitu Rp 291,97 miliar. Sementara itu, Nusa Tenggara Barat memimpin dari sisi nilai absolut dengan Rp 374,73 miliar, setara peringkat 15 nasional.

Bengkulu juga unggul dari Bali (Rp 289,18 miliar) dan Banten (Rp 280,1 miliar) yang masing-masing berada di peringkat 20 dan 21 nasional. Kalimantan Selatan menjadi pesaing terdekat dengan nilai Rp 331,65 miliar di peringkat 16.

Apa Artinya bagi Bengkulu?

Kinerja sektor jasa pertanian dan perburuan yang stabil menunjukkan bahwa subsektor ini menjadi penopang ekonomi Bengkulu yang tahan terhadap guncangan. Pertumbuhan 4,24 persen di 2025 menjadi sinyal pemulihan pascaperlambatan akibat pandemi.

Dengan tren positif ini, Bengkulu berpeluang menembus peringkat 17 nasional jika mampu mempertahankan laju pertumbuhan di atas rata-rata provinsi pesaing seperti Nusa Tenggara Timur.

Reporter: Yasir
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top