BENGKULU — Kolaborasi ini menyasar pengurus HIPMI dari berbagai perguruan tinggi di Bengkulu. Tujuannya, agar anggota himpunan tidak hanya paham teori kewirausahaan, tetapi juga mengerti skema pembiayaan berbasis syariah yang bisa diakses untuk modal usaha.
Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah Bengkulu, Heriadi, membuka langsung seminar tersebut. Ia menegaskan komitmen perusahaannya dalam memperkuat literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda. “Kami ingin UMKM dan pengusaha muda di Bengkulu tidak ragu memanfaatkan produk syariah untuk pengembangan bisnis,” ujarnya.
Pada sesi pertama, pemateri Rully Aprizon memaparkan produk investasi emas milik Pegadaian Syariah. Mulai dari cara memulai, manfaat jangka panjang, hingga strategi mengelola emas sebagai instrumen perencanaan keuangan.
Sesi kedua diisi oleh Asisten Pegadaian Syariah, Donny Osmon. Ia menjelaskan peran pembiayaan mikro syariah dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Menurutnya, skema ini bisa menjadi solusi bagi pengusaha muda yang kesulitan mengakses permodalan konvensional karena persyaratan yang lebih fleksibel.
Bendahara Umum BPD HIPMI Bengkulu, Ihsan Sobari, mewakili Ketua Umum Yosia Yodan, menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini. Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman anggota terhadap produk keuangan berbasis syariah.
“Kami mengapresiasi kehadiran Pegadaian Syariah yang telah mendukung program BPD HIPMI Bengkulu dalam meningkatkan literasi investasi dan pembiayaan syariah bagi pengurus dan anggota. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha secara produktif,” kata Ihsan dalam sambutannya.
Kegiatan ini dinilai relevan mengingat banyak pelaku UMKM di Bengkulu masih bergantung pada pinjaman informal dengan bunga tinggi. Dengan adanya literasi produk mikro syariah, diharapkan para pengusaha muda bisa membandingkan opsi pembiayaan yang lebih sesuai dengan prinsip usaha mereka.
Pegadaian Syariah sendiri memiliki sektor produk mikro yang dirancang khusus untuk pelaku usaha kecil. Skema pembiayaannya menggunakan akad syariah yang menghindari riba, sehingga cocok bagi pengusaha yang ingin menjalankan bisnis sesuai prinsip agama.