Herwan Antoni menyampaikan hal itu di Bengkulu, Senin (24/6), bertepatan dengan peringatan Harganas. Menurutnya, keluarga bukan sekadar unit terkecil dalam masyarakat, melainkan fondasi strategis untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, sejahtera, dan berdaya saing.
Herwan menjelaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud jika dimulai dari pembangunan keluarga yang kuat. Ia menekankan pentingnya membangun keluarga yang berkarakter, berintegritas, memiliki mental tangguh, serta daya juang tinggi.
"Oleh karena itu, mari membangun bangsa ini dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah tempat pertama dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia," ucap Herwan dalam sambutannya.
Senada dengan Sekda, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhir Setiawan menegaskan bahwa ketahanan sebuah negara sangat bergantung pada ketahanan keluarganya. Ia menyebut keluarga sebagai unit terkecil yang menjadi penentu utama stabilitas bangsa.
"Unit terkecil dalam sebuah negara adalah keluarga. Karena itu, ketahanan negara akan sangat ditentukan oleh ketahanan keluarganya," kata Zamhir.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa program-program penguatan keluarga, seperti bimbingan perkawinan dan edukasi pengasuhan anak, harus terus didorong di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Melalui peringatan Harganas ke-33, Pemprov Bengkulu berharap seluruh elemen masyarakat semakin sadar akan peran strategis keluarga. Targetnya jelas: mencetak generasi yang berkualitas, berkarakter, dan mampu membawa Indonesia menuju cita-cita besar di tahun 2045.
Peringatan ini juga menjadi ajang evaluasi bagi berbagai program keluarga berencana dan pemberdayaan keluarga yang telah berjalan di Provinsi Bengkulu. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat program-program tersebut agar dampaknya terasa langsung di tingkat rumah tangga.