BENGKULU — Rapat yang berlangsung di Ruang Hidayah II, Sekretariat Daerah Kota Bengkulu pada Senin (29/6/2026) ini menghadirkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Nony Yuliesty, Staf Ahli Bidang SDM Eddy Aprianto, perwakilan Bank Bengkulu, serta para kepala OPD, camat, dan lurah. Kehadiran lintas perangkat daerah ini bertujuan menyusun langkah konkret dan memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan potensi penerimaan melalui pemanfaatan teknologi.
Tony Elfian menegaskan bahwa transformasi digital menjadi tulang punggung pengelolaan penerimaan daerah. “Digitalisasi bukan sekadar mengganti cara lama; ini upaya sistematis untuk meningkatkan transparansi, mempercepat proses administrasi, dan menutup kebocoran penerimaan,” ujarnya. Ia menambahkan, percepatan ini harus diiringi dengan pelatihan kapasitas sumber daya manusia di seluruh tingkatan agar implementasi berjalan efektif.
Kepala Bapenda Nony Yuliesty menyatakan dukungannya terhadap strategi yang menggabungkan teknologi dengan penguatan basis data. “Kita fokus memperbaiki data, menyempurnakan basis objek pajak, dan menerapkan sistem pembayaran digital yang memudahkan wajib pajak. Dengan langkah ini, target PAD akan lebih realistis dan pencapaiannya lebih akuntabel,” jelas Nony dalam rapat tersebut.
Diskusi dalam rapat mencakup identifikasi objek potensial PAD yang belum optimal, penyusunan roadmap digitalisasi, serta integrasi sistem dengan perbankan daerah. Kebutuhan pelatihan bagi petugas lapangan dan mekanisme monitoring serta evaluasi berkala juga dibahas untuk memastikan target penerimaan tercapai.
Para peserta sepakat menyusun tahapan implementasi mulai dari pilot project hingga skala penuh. Pemerintah Kota Bengkulu berharap langkah ini tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga memperbaiki akuntabilitas dan kualitas layanan publik kepada masyarakat.