Inflasi Bengkulu Tembus 3,96 Persen, BPS Minta Pemda Fokus Jaga Harga Cabai hingga Telur

Penulis: Yasir  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 13:20:51 WIB
Inflasi Bengkulu mencapai 3,96 persen dengan kelompok makanan sebagai penyumbang terbesar.

BENGKULU — Kelompok makanan dan minuman menjadi penyumbang terbesar inflasi Bengkulu dengan andil mencapai 2,09 persen. Angka ini lebih dari setengah total inflasi tahunan yang tercatat 3,96 persen secara year-on-year (yoy).

“Komoditas makanan atau pangan tetap harus kita jaga. Cabai, telur, ayam dan sebagainya memang komoditas yang harus kita jaga karena tiap hari dikonsumsi,” kata Win Rizal di Bengkulu, Rabu.

Mengapa Harga Pangan Begitu Berpengaruh?

Win Rizal menjelaskan, bobot kelompok pangan dalam perhitungan inflasi sangat besar. Ketika harga cabai atau telur naik di pasaran, efeknya langsung terasa pada indeks harga konsumen. Jika tidak dikendalikan, inflasi Bengkulu berpotensi melesat lebih tinggi lagi.

“Kecukupan pasokan menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah gejolak harga yang dapat mendorong inflasi lebih tinggi,” ujarnya.

Pasokan Lokal dan Distribusi Jadi Kunci

BPS mendorong pemda di Bengkulu untuk memperkuat produksi pangan lokal. Tujuannya agar kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi dari hasil daerah sendiri, bukan hanya mengandalkan pasokan dari luar wilayah. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan biaya distribusi.

Selain itu, Win Rizal mengingatkan agar pemerintah juga mengawasi pasokan BBM dan Elpiji. Ketika distribusi bahan bakar terganggu, harga di tingkat masyarakat bisa melonjak jauh di atas harga eceran tertinggi (HET). Dampaknya, biaya angkut barang ikut naik dan harga pangan di pasar tradisional ikut terpengaruh.

Inflasi Tahun Kalender Masih Terkendali, Tapi...

Meski inflasi tahunan Bengkulu cukup tinggi, inflasi tahun kalender (year-to-date) tercatat masih terkendali di angka 1,77 persen. Namun Win Rizal menegaskan angka 3,96 persen secara yoy harus menjadi peringatan bagi semua pihak.

“Ini mesti menjadi pengingat,” tegasnya.

BPS berharap stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan dapat terus terjaga hingga akhir tahun. Jika tidak, tekanan inflasi diprediksi akan semakin berat, terutama menjelang hari besar keagamaan dan musim panen yang kerap memicu fluktuasi harga.

Reporter: Yasir
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top