15 Calon Pimpinan Baznas Provinsi Bengkulu 2026-2031 Diumumkan, Didominasi Ulama dan Tokoh Islam

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:29:01 WIB
calon pimpinan Baznas Provinsi Bengkulu diumumkan, didominasi ulama dan tokoh Islam.

Ketua Tim Pansel Baznas Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyampaikan bahwa 15 kandidat akan menjalani tes wawancara tingkat provinsi. Tahap ini menyaring kembali menjadi 10 nama untuk diserahkan ke Baznas Pusat.

"Dari 10 nama itu, Baznas Pusat akan memilih lima orang sebagai pimpinan definitif Baznas Provinsi Bengkulu," ujar Herwan Antoni, Sabtu (4/7).

Apa Saja yang Diuji dalam Wawancara?

Dalam tes wawancara, para kandidat diuji seputar pengetahuan umum tentang Baznas, ilmu keislaman, serta kemampuan mengelola zakat. Pansel ingin memastikan calon pimpinan memiliki kompetensi memimpin lembaga pengelola zakat lima tahun ke depan.

Herwan menambahkan, proses seleksi ketat ini dilakukan demi mendapatkan pimpinan yang mampu mengoptimalkan potensi zakat di Provinsi Bengkulu.

Daftar 15 Calon Pimpinan Baznas Bengkulu

Berikut 15 nama yang lolos seleksi administrasi dan uji kompetensi, berdasarkan latar belakangnya:

  • Ulama: Albahri, Romli bin Ronan, Erwin Jorhanes, Safrizal, Yulkamra, Harmusya, Etra Yunardi, Puji Dwianto.
  • Tokoh Masyarakat Islam: Adi Sukmono, Noveriyanto, Ahadin, Indah Budiyanti, Muhidin, Meriyani.
  • Tenaga Profesional: Nazier Susila Dharma.

Langkah Selanjutnya Menuju Pimpinan Definitif

Setelah tes wawancara tingkat provinsi rampung, pansel mengirimkan 10 nama terbaik ke Baznas Pusat. Proses akhir penentuan lima nama pimpinan definitif sepenuhnya menjadi kewenangan pusat.

Proses seleksi ini menjadi perhatian publik mengingat Baznas memiliki peran strategis dalam penghimpunan dan pendistribusian zakat di Bengkulu. Masyarakat berharap pimpinan terpilih mampu meningkatkan kepercayaan muzaki dan memperluas jangkauan mustahik.

Reporter: Saiful
Sumber: rbtv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top