Pilkades Serentak 2027 di Seluma Terancam Kehilangan Petahana, Andan Supriadi Pilih Fokus Keluarga

Penulis: Fajar  •  Senin, 06 Juli 2026 | 13:09:01 WIB
Andan Supriadi memilih mundur dari Pilkades 2027 Seluma untuk fokus pada keluarga.

SELUMA — Gelombang ketidaktertarikan para kepala desa untuk kembali bertarung pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak mulai terasa di Kabupaten Seluma. Berdasarkan rencana Pemkab Seluma, kontestasi akan digelar di 85 desa yang tersebar di berbagai kecamatan pada tahun 2027.

Andan Supriadi, Kepala Desa Penago II, menjadi salah satu figur yang secara terbuka menyatakan mundur dari arena politik desa. Ia menegaskan keputusannya untuk mengakhiri pengabdian sudah melalui pertimbangan yang matang.

Alasan di Balik Keputusan Petahana

Faktor keluarga menjadi alasan utama yang mendorong Andan tidak kembali mencalonkan diri. Namun, ia juga menyoroti persoalan yang lebih sistemik dalam pengelolaan keuangan desa.

"Saya sudah memutuskan tidak mencalon kembali karena pertimbangan keluarga. Kedua, walau statusnya sebagai PA Dana Desa, tapi bukan kita yang belanjanya," kata Andan.

Pernyataan ini membuka tabir kerumitan yang dihadapi kepala desa di lapangan. Meski menjabat sebagai Pengguna Anggaran (PA) Dana Desa, kewenangan dalam proses belanja anggaran dinilai tidak sepenuhnya berada di tangan kepala desa. Kondisi ini menjadi salah satu beban administratif yang membuat jabatan tersebut kehilangan daya tarik bagi Andan.

Potensi Banjir Wajah Baru di 85 Desa

Jika tren ini terus berlanjut, Pilkades serentak 2027 di Seluma diprediksi akan diramaikan oleh banyak figur baru. Kontestasi politik tingkat desa berpotensi kehilangan dominasi petahana yang selama ini menjadi pemain kunci.

Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Seluma mencatat bahwa tahapan pendaftaran calon belum dibuka secara resmi. Meski demikian, sinyalemen dari sejumlah petahana yang memilih mundur sudah mulai terdengar dari berbagai kecamatan.

Apa Dampaknya bagi Warga Desa?

Pergantian kepemimpinan di tingkat desa membawa konsekuensi tersendiri bagi warga. Kepala desa baru harus belajar dari nol tentang potensi wilayah, jaringan birokrasi, hingga pola komunikasi dengan masyarakat.

Di sisi lain, ketidaktertarikan petahana membuka peluang bagi kader-kader muda atau tokoh masyarakat yang selama ini belum pernah terjun ke politik desa. Kompetisi diperkirakan akan lebih ketat tanpa adanya keunggulan inkumben.

Pemkab Seluma sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait fenomena ini. Namun, persiapan administrasi untuk Pilkades serentak di 85 desa terus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Reporter: Fajar
Sumber: radarseluma.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top