KEPAHIANG — Polres Kepahiang kembali menggelar program NGOPI TAWAR di Desa Tertik, Kecamatan Tebat Karai, Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Wakapolres ini dihadiri pejabat utama Polres, Kapolsek Tebat Karai, perangkat desa, dan puluhan warga setempat. Suasana dialog berlangsung santai, berbeda dari forum resmi pada umumnya.
Dalam sesi tanya jawab, warga menyampaikan sejumlah aspirasi. Salah satu yang paling mendesak adalah permintaan patroli lebih sering di kawasan perkebunan pepaya. Warga mengeluhkan kerugian akibat pencurian buah yang kian marak dalam beberapa pekan terakhir.
Selain itu, warga juga meminta setiap laporan yang masuk ke polisi segera ditindaklanjuti. Mereka menginginkan kehadiran aparat lebih rutin di desa, bukan hanya saat ada acara resmi.
Tak hanya soal keamanan, persoalan infrastruktur dasar ikut mencuat. Warga mengeluhkan distribusi air bersih dari PDAM yang kerap tidak mengalir. Mereka berharap ada koordinasi antara kepolisian dan pemerintah daerah untuk mencari solusi jangka pendek maupun panjang.
Di tengah dialog, personel Polres Kepahiang menyambangi rumah-rumah warga. Mereka mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan, mengaktifkan kembali ronda malam, menjauhi narkoba, tertib berlalu lintas, serta bijak menggunakan media sosial.
Petugas juga menyosialisasikan layanan Call Center Polri 110. Layanan ini bisa diakses masyarakat selama 24 jam untuk melaporkan gangguan keamanan atau meminta bantuan kepolisian.
Sebagai bentuk kepedulian, Polres Kepahiang menyerahkan paket sembako kepada para lanjut usia dan warga yang membutuhkan di Desa Tertik.
Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, menegaskan bahwa NGOPI TAWAR merupakan implementasi Polri Presisi yang mengedepankan komunikasi langsung dengan masyarakat.
“NGOPI TAWAR menjadi ruang komunikasi yang efektif antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar setiap aspirasi, masukan, dan keluhan warga agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan. Kami juga mengajak masyarakat mengaktifkan kembali siskamling, menjauhi narkoba, serta memanfaatkan layanan Call Center 110 jika membutuhkan bantuan kepolisian,” ujar Yuriko.
Ia menambahkan, keamanan lingkungan tidak bisa diwujudkan hanya oleh kepolisian. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat menjadi kunci terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Program NGOPI TAWAR mendapat sambutan positif dari warga Desa Tertik. Mereka menilai kegiatan ini membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan kepolisian sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Melalui dialog yang hangat dan penuh keterbukaan, Polres Kepahiang berharap kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin kuat. Sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban pun diharapkan terus terjalin di setiap desa. (**)