BENGKULU — Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, memastikan bahwa data penerima bantuan terus dimutakhirkan secara berkala. Langkah ini ditempuh untuk menjaga akurasi data kemiskinan dan meminimalkan potensi salah sasaran yang kerap menjadi persoalan dalam penyaluran bansos di daerah.
Afriyenita menekankan bahwa pemutakhiran data penerima manfaat merupakan proses yang berkelanjutan. Pihaknya mengandalkan para pendamping PKH di lapangan untuk melakukan validasi kondisi terkini setiap keluarga penerima.
"Kami terus mengingatkan seluruh pendamping PKH agar bekerja secara profesional dan mengedepankan integritas dalam melakukan pendampingan maupun validasi data. Dengan begitu, bantuan sosial dapat tersalurkan secara adil dan tepat sasaran," ujar Afriyenita, Selasa (7/7/2026).
Bantuan PKH triwulan II ini diharapkan mampu menopang kebutuhan dasar para penerima. Pemerintah Kota Bengkulu mengarahkan penggunaan dana tersebut untuk tiga prioritas utama: pemenuhan gizi keluarga, akses layanan kesehatan, serta keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pemerintah juga mengimbau para KPM untuk memanfaatkan dana secara bijaksana. Prioritas utama tetap pada biaya sekolah anak, kebutuhan pangan sehari-hari, dan asupan gizi yang memadai.
Selain menyalurkan bantuan tunai, Pemerintah Kota Bengkulu juga mendorong para penerima manfaat untuk mengikuti program graduasi. Program ini dirancang agar keluarga penerima secara bertahap bisa keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial dan memiliki kemandirian ekonomi yang lebih baik.
Afriyenita menambahkan, sinergi antara petugas lapangan dan para pendamping PKH menjadi kunci kelancaran penyaluran pada triwulan kedua ini. Ia berharap proses serupa bisa terus dipertahankan pada periode-periode berikutnya.