BENGKULU — Anggota Satpol PP Kota Bengkulu kini tidak hanya dibekali kemampuan menegakkan peraturan daerah dan menjaga ketertiban. Mereka juga wajib menguasai teknik pertolongan pertama untuk kondisi darurat yang mungkin ditemui saat bertugas di lapangan.
Pelatihan ini menghadirkan dr. Sela Arini Putri dari Puskesmas Kampung Bali, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Materi yang diberikan mencakup pengenalan kondisi kegawatdaruratan, teknik pemeriksaan awal korban, penanganan pingsan, luka akibat kecelakaan, perdarahan, hingga prosedur bantuan hidup dasar.
Selain teori, seluruh peserta mengikuti sesi simulasi penanganan langsung. Metode ini dipilih agar setiap anggota mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi tak terduga di lapangan.
"Anggota Satpol PP tidak hanya bertugas menjaga ketertiban dan menegakkan peraturan daerah, tetapi juga sering menjadi petugas pertama yang berada di lokasi ketika terjadi insiden. Karena itu mereka harus memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap," ujar Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Situmorang.
Sahat menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari investasi peningkatan kualitas personel. Menurutnya, tantangan tugas Satpol PP ke depan semakin kompleks, sehingga kolaborasi dengan instansi teknis seperti Dinas Kesehatan menjadi langkah strategis.
Ia menambahkan, kemampuan pertolongan pertama diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Satpol PP sekaligus mendukung tugas kemanusiaan yang melekat pada profesi tersebut.
Penanganan yang cepat dan tepat sebelum korban mendapatkan perawatan medis lanjutan dapat meminimalkan risiko cedera yang lebih berat, bahkan menyelamatkan nyawa, jelas dr. Sela Arini Putri dalam pemaparannya.
Pelatihan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Aparatur yang profesional dan sigap diharapkan mampu memberikan rasa aman dan perlindungan dalam berbagai situasi.
Sahat menambahkan, peningkatan kapasitas personel akan terus dilakukan secara bertahap. Pelatihan tidak hanya di bidang kedisiplinan dan penegakan hukum daerah, tetapi juga pelayanan publik dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini diharapkan langsung diterapkan saat anggota melakukan patroli, pengamanan kegiatan masyarakat, maupun ketika menghadapi situasi kecelakaan dan gangguan kesehatan di ruang publik.