BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu memandang investasi sebagai faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menurunkan angka kemiskinan. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Kamis.
"Pemprov Bengkulu memandang investasi sebagai faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menurunkan angka kemiskinan," ujar Herwan.
Menurut dia, Bengkulu memiliki potensi investasi yang besar pada berbagai sektor strategis. Mulai dari perkebunan, pertanian, kelautan, hilirisasi sumber daya alam, pariwisata, hingga ekonomi kreatif yang masih terbuka luas untuk dikembangkan.
Hingga triwulan I-2026, realisasi investasi di Provinsi Bengkulu telah mencapai sekitar 41 persen dari target investasi sebesar Rp5,7 triliun yang ditetapkan pemerintah daerah untuk tahun 2026 ini.
Sejumlah sektor yang menjadi tujuan utama investor pada periode tersebut meliputi perkebunan, ekonomi kreatif, pariwisata, dan pertambangan. "Minat investor cukup tinggi pada sejumlah sektor, di antaranya perkebunan, ekonomi kreatif, pariwisata, serta pertambangan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan," kata Herwan lagi.
Kegiatan BLINC 3.0 menjadi bagian dari tahapan penyiapan hingga promosi proyek-proyek investasi yang potensial kepada calon investor. Pemprov Bengkulu terus mendorong peningkatan investasi karena dinilai mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Muhamad Irfan Octama mengatakan BLINC 3.0 diharapkan mampu melahirkan peluang investasi baru yang memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Meningkatnya investasi diharapkan turut mempercepat pembangunan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Bengkulu.