BENGKULU — Dua orang meninggal dunia dalam kebakaran yang meludeskan sebuah rumah di Jalan RE Martadinata Nomor 06, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Kampung Melayu, pada 6 Februari 2026. Korban adalah pasangan suami istri, Hendra Suprianto dan Siska Dewi Yanti, yang tak sempat menyelamatkan diri karena api merambat cepat.
Enam bulan setelah tragedi itu, pemerintah daerah menyalurkan santuan dari pusat. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyerahkan bantuan Rp30 juta kepada ahli waris, Kamis pekan lalu.
"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah," ujar Dedy dalam sambutannya saat penyerahan.
Dana sebesar Rp30 juta tersebut berasal dari Kementerian Sosial RI. Pemerintah Kota Bengkulu bertindak sebagai perantara penyaluran agar prosesnya lebih cepat sampai ke tangan keluarga korban.
Dedy menambahkan, santunan ini diharapkan meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan. "Kami berharap santunan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan keluarga," katanya.
Peristiwa pada Februari lalu menyita perhatian warga Bengkulu. Api menghanguskan bangunan rumah dalam waktu singkat. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal di dalam rumah.
Pemkot Bengkulu mencatat, kebakaran di Kampung Melayu menjadi salah satu yang paling memilukan dalam beberapa tahun terakhir karena menelan korban jiwa sekaligus dalam satu keluarga.
Dalam kesempatan yang sama, Dedy mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menyebut korsleting listrik, kebocoran gas, dan kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga sebagai pemicu utama kebakaran di permukiman padat.
"Upaya pencegahan menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang," ujarnya.
Pemkot Bengkulu berencana memperkuat koordinasi dengan Kementerian Sosial agar penyaluran bantuan untuk warga terdampak bencana bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.