BENGKULU — Dari total 102 hingga 103 titik yang direncanakan, realisasi pembangunan Jembatan Garuda di Bengkulu kini telah mencapai angka 40 persen. Komandan Korem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto mengonfirmasi bahwa 45 jembatan sudah rampung dan beroperasi.
"Sampai sekarang dari sekitar 102 atau 103 titik, kita sudah di angka 40 persen. Jadi sudah 45 atau 46 titik," kata Jatmiko di Bengkulu, Jumat.
Salah satu jembatan yang telah selesai berada di Kecamatan Taba Penanjung. Jembatan dengan lebar 1,2 meter dan panjang mencapai 100 meter ini menjadi jalur utama warga yang sebelumnya sangat bergantung pada kondisi debit sungai.
Menurut Jatmiko, kehadiran jembatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Anak-anak sekolah yang dulu harus berhadapan dengan derasnya arus sungai kini bisa menyeberang dengan aman tanpa rasa takut.
Program Jembatan Garuda merupakan salah satu inisiatif TNI untuk membantu masyarakat di daerah terpencil mendapatkan akses penyeberangan yang lebih aman. Jatmiko menjelaskan bahwa usulan pembangunan terus berdatangan dari masyarakat dan pemerintah desa.
"Kita cek lagi kondisinya. Kalau misalnya nanti jembatan ini masih ada hal-hal yang perlu kita yakinkan, kita yakinkan lagi, khususnya terkait keselamatan," ujar Jatmiko menegaskan komitmen terhadap standar keamanan konstruksi.
Seluruh pembangunan Jembatan Garuda mengutamakan aspek keselamatan. Setiap jembatan yang telah selesai dibangun akan kembali diperiksa untuk memastikan konstruksinya memenuhi standar keamanan sebelum dimanfaatkan secara optimal oleh warga.
Jatmiko berharap dengan bertambahnya jumlah jembatan, semakin banyak masyarakat di berbagai wilayah Bengkulu yang memperoleh akses transportasi yang lebih mudah, aman, dan mendukung aktivitas sehari-hari. Program ini menjadi bukti konkret kehadiran negara di daerah-daerah yang selama ini terhambat infrastruktur dasar.