JAKARTA — PLN meneken Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) untuk proyek PSEL Bali pada Rabu (8/7) di Denpasar Selatan. Perjanjian itu ditandatangani PLN selaku offtaker bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) sebagai perusahaan induk dan PT Weiming Nusantara Bali New Energy selaku badan usaha pengembang dan pengelola.
Fasilitas PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah 1.200 hingga 1.650 ton per hari. Potensi pembangkitan listrik dari proyek ini mencapai 30 megawatt (MW).
Proyek di Bali hanyalah satu dari 11 lokasi pengembangan PSEL yang ditargetkan pemerintah. Secara keseluruhan, kapasitas pengolahan sampah nasional ditargetkan mencapai 14.928 ton per hari dengan potensi kapasitas pembangkitan listrik hingga 310,3 MW.
Darmawan Prasodjo menekankan bahwa sampah tidak lagi dipandang sebagai beban. "Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
PLN memastikan energi yang dihasilkan dari seluruh fasilitas PSEL dapat terintegrasi ke dalam sistem kelistrikan nasional. Dengan begitu, manfaat listrik dari sampah bisa dirasakan masyarakat secara luas.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut hambatan regulasi yang selama bertahun-tahun memperlambat penyelesaian persoalan sampah mulai disederhanakan. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
"Dengan aturan yang lebih jelas, kerja sama yang kuat, dan tata kelola yang baik, saya yakin pengelolaan sampah dapat kita percepat untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," kata Zulkifli.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menambahkan bahwa pembangunan PSEL merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. "Masalah sampah adalah tantangan kita bersama yang harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga tidak menjadi beban bagi generasi mendatang," ujar Rosan.
Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut baik pembangunan PSEL di provinsinya. Menurutnya, fasilitas ini tidak hanya memperkuat pengelolaan sampah tetapi juga mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.
"Kalau ini selesai, bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat untuk kehidupan masyarakat, tetapi citra pariwisata Bali akan meningkat," kata Koster.
Proyek PSEL Bali menjadi pilot project nasional yang diharapkan bisa direplikasi di daerah lain. PLN menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh transformasi ini dengan memastikan keandalan sistem kelistrikan di setiap lokasi pembangunan.