Perpustakaan Daerah Bengkulu Selatan Siapkan Anggaran Rp20 Juta, Perbaikan Lift Rusak Dimulai Juli 2026

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 18:32:57 WIB
Perbaikan lift di Perpustakaan Daerah Bengkulu Selatan mulai Juli 2026 dengan anggaran Rp20 juta.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkulu Selatan, Ramon Minosa, mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan vendor PILLAR asal Bandung. Perbaikan sistem mekanis lift ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Lift Mati, Akses Pengunjung Rentan Lumpuh

Kerusakan lift menjadi persoalan serius. Gedung perpustakaan daerah memiliki beberapa lantai, dan tanpa lift, pengunjung berkebutuhan khusus—lansia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil—kesulitan menjangkau area koleksi buku di lantai atas.

“Alhamdulillah, kami sudah berkomunikasi dengan pihak vendor PILLAR Bandung. Insya Allah bulan ini sudah ada progres perbaikan,” ujar Ramon dalam keterangan resmi.

Anggaran Rp20 Juta untuk Komponen Vital

Pemerintah daerah mengalokasikan dana khusus sebesar Rp20 juta untuk menopang seluruh biaya perbaikan. Stimulus ini difokuskan pada penggantian dan perbaikan komponen interior serta mesin lift yang rusak, sehingga sistem dapat kembali beroperasi dengan aman.

Ramon menambahkan, keberadaan lift memiliki urgensi tinggi dalam mendukung ekosistem pelayanan perpustakaan. Sarana pengangkut vertikal ini menjadi tumpuan utama mobilitas pengunjung.

Harapan Pelayanan Maksimal Pasca-Renovasi

Manajemen perpustakaan berharap seluruh instrumen pelayanan berfungsi optimal setelah renovasi. Peningkatan sarana ini diproyeksikan mendongkrak indeks kepuasan dan kenyamanan masyarakat saat mengakses literatur yang tersedia.

“Harapan kami, setelah lift kembali beroperasi, pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal dan seluruh pengunjung dapat mengakses fasilitas perpustakaan dengan lebih mudah,” kata Ramon mengakhiri penjelasannya.

Reporter: Sutomo
Sumber: betv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top