BENGKULU — Sebanyak 142 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disiapkan untuk menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu. Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dengan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bandar Lampung, Achmad Hery Setiawan, di ruang kerja Sekda, Selasa (14/7/2026).
KPPG Bandar Lampung merupakan unit pelaksana Badan Gizi Nasional yang membawahi wilayah Lampung dan Bengkulu. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas strategi penguatan koordinasi antarinstansi hingga kesiapan layanan pemenuhan gizi di daerah.
Herwan Antoni menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan MBG. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak terkait.
"Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis. Sinergi antara pemerintah daerah, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar program ini berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Herwan dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.
Achmad Hery Setiawan menjelaskan bahwa audiensi tersebut menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi dalam mendukung implementasi MBG di Bengkulu. KPPG sendiri bertugas melakukan pembinaan, pengawasan, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program di daerah.
"Saat ini terdapat 142 SPPG yang akan mendukung implementasi program, sehingga diharapkan cakupan layanan semakin luas dan pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan optimal," jelas Hery.
SPPG merupakan unit pelaksana di tingkat lapangan yang akan menjadi garda terdepan dalam mendistribusikan makanan bergizi kepada sasaran penerima manfaat, terutama pelajar di berbagai jenjang pendidikan.
Melalui penguatan koordinasi antara Pemprov Bengkulu dan BGN, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek bagi pemenuhan gizi masyarakat. Lebih dari itu, program ini diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Bengkulu yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Pemprov Bengkulu juga berencana terus mematangkan persiapan teknis, termasuk memastikan distribusi logistik dan ketersediaan bahan pangan lokal untuk mendukung operasional 142 SPPG yang telah disiapkan. Langkah ini dinilai krusial agar program berjalan berkelanjutan dan tidak terhambat masalah pasokan di lapangan.