Herwan Antoni menegaskan koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan kekuatan ekonomi yang dibangun di atas asas kekeluargaan dan gotong royong. Menurutnya, koperasi harus terus bertransformasi agar memiliki daya saing yang kuat di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk mengembangkan koperasi dan UMKM. Kebijakan ini mencakup pembinaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga fasilitasi akses pembiayaan.
"Kami juga akan mendorong digitalisasi, pemasaran, dan penguatan jejaring kemitraan," ujar Herwan Antoni dalam sambutannya.
Herwan mengajak seluruh insan koperasi di Bengkulu untuk memanfaatkan teknologi digital. Ia menilai adaptasi terhadap teknologi menjadi syarat mutlak agar koperasi bisa bersaing di era modern.
"Perkuat semangat kebersamaan, tingkatkan kapasitas SDM, perluas kemitraan, dan tingkatkan kualitas pelayanan kepada anggota," pesannya.
Peringatan Hari Koperasi Nasional tahun ini mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya". Berbagai kegiatan digelar untuk melibatkan masyarakat luas, tidak hanya dari sisi ekonomi.
Rangkaian acara meliputi senam jantung sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, festival kuliner UMKM, dan lomba burung berkicau. Kegiatan ini menunjukkan peran strategis koperasi di bidang kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Momentum Harkopnas juga diisi dengan kegiatan sosial. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu menyalurkan santunan untuk 110 anak yatim dari enam panti asuhan di Kota Bengkulu.
Herwan berharap peringatan Harkopnas ke-79 menjadi momentum bagi koperasi di Bengkulu untuk terus berkontribusi pada perekonomian daerah. "Koperasi harus menjadi penggerak ekonomi rakyat yang tangguh dan berdaya saing," pungkasnya.