REJANG LEBONG — Ratusan warga Kelurahan Simpang Nangka memadati kegiatan reses Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Zulasmi Octarina, di aula kelurahan setempat, Jumat (17/7/2026). Agenda masa sidang kedua tahun 2026 itu menjadi ajang warga menyampaikan langsung keluhan yang selama ini mengendap di tingkat RT dan RW.
Persoalan paling mendesak yang diangkat warga adalah kondisi drainase di sejumlah titik yang tak kunjung memadai. Saat hujan deras, genangan air bahkan banjir kerap melanda permukiman. Warga berharap pemerintah segera mengalokasikan anggaran pembangunan saluran drainase representatif di wilayah tersebut.
Layanan BPJS Kesehatan juga menjadi kendala. Warga mengeluhkan proses pelayanan yang dinilai belum optimal, membuat masyarakat kesulitan memperoleh akses kesehatan cepat. Zulasmi mencatat keluhan ini sebagai prioritas yang akan diperjuangkan di tingkat provinsi.
Di bidang olahraga, warga menyoroti minimnya sarana umum. Lapangan mini soccer yang telah dibangun di kelurahan itu hingga kini belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena kekurangan sarana pendukung. Warga mendesak penyelesaian fasilitas tersebut agar bisa digunakan pemuda setempat.
Dunia pendidikan juga tak luput dari perhatian. Warga meminta pembangunan gedung Sekolah Dasar di Kelurahan Simpang Nangka untuk mempermudah akses belajar anak-anak. Yang lebih mengejutkan, SMP Negeri 40 di wilayah itu dikabarkan hanya menerima dua siswa pada penerimaan peserta didik tahun ajaran terbaru. Angka ini dinilai sangat rendah dan membutuhkan evaluasi serius dari pemerintah.
Tak ketinggalan, sektor pertanian menjadi sorotan. Masyarakat mengusulkan bantuan alat dan sarana pertanian untuk meningkatkan produktivitas petani di Kelurahan Simpang Nangka yang mayoritas menggantungkan hidup pada lahan perkebunan.
Menanggapi seluruh aspirasi, Zulasmi Octarina menegaskan komitmennya mengawal setiap usulan agar dibahas bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. “Saya akan mengawal setiap usulan agar dapat dibahas bersama pemerintah daerah dan instansi terkait sehingga kebutuhan masyarakat dapat direalisasikan,” ujar politisi NasDem dari daerah pemilihan Rejang Lebong dan Lebong itu.
Menurutnya, reses bukan sekadar agenda rutin anggota dewan, melainkan momentum penting untuk mendengar langsung suara warga dan memastikan kebijakan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.