BENGKULU — Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memastikan kondisi stok BBM di Sumatera Utara saat ini aman. Hal itu disampaikan saat meninjau langsung Fuel Terminal Medan Group di Labuhan Deli, Sabtu (18/7/2026). Menurutnya, pasokan BBM jenis Solar dan Pertalite terus diperkuat setelah dua kapal selesai melakukan bongkar muat di terminal tersebut.
"Dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini," ujar Wahyudi.
Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengambil sejumlah langkah operasional. Kapasitas armada mobil tangki dan awaknya dinaikkan sekitar 35 persen. Alih suplai juga dioptimalkan dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe. Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli pun dimaksimalkan untuk penerimaan dan penyaluran.
Hasilnya, penyaluran BBM ke SPBU melonjak hingga 120–125 persen dibandingkan normal. Sebelumnya, peningkatan baru mencapai 112 persen. "Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan. Ini upaya terbaik untuk mengurai antrean," tegas Wahyudi.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menegaskan, masalah antrean bukan disebabkan keterbatasan kuota. Hingga 14 Juli 2026, realisasi penyaluran solar dan pertalite di Sumatera Utara masih di bawah rata-rata nasional. Artinya, kuota yang ditetapkan pemerintah masih mencukupi.
"Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system. Seluruh armada harus terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU," kata Fathul.
Pemantauan BPH Migas bersama Pertamina pada Jumat (17/7) sore menunjukkan antrean di sebagian besar SPBU Medan hanya tersisa 2-3 mobil. Kondisi ini hampir mendekati normal. Warga pun mulai merasakan dampaknya. Samsuri (60), pengemudi ojek daring, mengaku proses pengisian BBM kini jauh lebih lancar. "Sekarang sudah mantap dan sudah lancar. Saya merasakannya langsung," ujarnya.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi menambahkan, seluruh operasional Fuel Terminal Medan Group berjalan 24 jam. Rata-rata penyaluran BBM ke SPBU sejak 14 hingga 16 Juli 2026 mencapai lebih dari 6.000 kiloliter per hari. "Mudah-mudahan peningkatan ini mampu mengurai antrean yang masih terjadi," pungkas Sunardi.