Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Resmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, 270 Siswa dari Keluarga Miskin Ekstrem Mulai Belajar Gratis

Penulis: Sutomo  •  Senin, 20 Juli 2026 | 15:56:02 WIB
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 yang menampung 270 siswa dari keluarga miskin ekstrem secara gratis.

BENGKULU — Sebanyak 270 siswa dari keluarga prasejahtera kini menempati gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 di Jalan Serawai, Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Mereka berasal dari jenjang Sekolah Rakyat Dasar (SRD), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).

Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini menerapkan sistem berasrama dan membebaskan seluruh biaya pendidikan, mulai dari seragam, buku, hingga makan sehari-hari. Pembiayaan berasal dari APBN dengan dukungan swasta serta kolaborasi lintas kementerian.

Dari Buruh Harian ke Bangku Sekolah Berasrama

Mayoritas orang tua siswa bekerja sebagai buruh harian lepas, petani, sopir, dan pedagang kecil. Sebelumnya, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 6 Kota Bengkulu telah menjadi sekolah rintisan sejak 2025 dengan 92 siswa—mereka sempat belajar di Sentra "Dharma Guna" milik Kemensos sebelum pindah ke gedung baru.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, Yuliarma Yenni, menargetkan program ini mampu menghapus angka putus sekolah di Bengkulu. "Visi kami, sekolah ini menjadi sekolah yang religius, unggul, berprestasi, dan berdaya saing global," kata Yuliarma dalam sambutannya.

Gubernur: Api Kebangkitan Pendidikan dari Bumi Merah Putih

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan membuka langsung kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (20/7). Ia menyebut kehadiran sekolah ini sebagai momentum bersejarah bagi provinsi berjuluk Bumi Merah Putih.

"Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Sang Saka Merah Putih, bagi Indonesia tercinta. Untuk negara yang ingin maju harus fokus pada pendidikan. Api kebangkitan telah mulai dikobarkan dari Provinsi Bengkulu," ujar Helmi Hasan.

Ia menekankan bahwa setiap anak bangsa berhak mendapat pendidikan berkualitas. "Hari ini seolah kita berada di sekolah internasional. Maka bersungguh-sungguhlah menimba ilmu di sini," tambahnya.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pendidikan Inklusif

Sekolah Rakyat berada di bawah naungan Sentra "Dharma Guna" Bengkulu sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial RI. Kepala Sentra, Hari Setiadi, menyebut pihaknya berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BPS, dan Kementerian PU untuk mendukung operasional sekolah.

Acara peresmian turut dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi, Senator Destita, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi, dan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi. Masyarakat yang hadir dalam Open House berkesempatan melihat langsung fasilitas sekolah, termasuk asrama, ruang kelas, dan laboratorium.

Pemprov Bengkulu berkomitmen memperluas akses pendidikan inklusif melalui program serupa di daerah lain. Dengan sistem asrama dan biaya nol rupiah, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pemutusan rantai kemiskinan antargenerasi di Bengkulu.

Reporter: Sutomo
Sumber: ewarta.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top