BENGKULU — Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Indra Cahyadinata, mengungkapkan bahwa konsorsium ini lahir dari kesepakatan bersama setelah serangkaian pertemuan yang difasilitasi LLDIKTI Wilayah II. Lembaga ini membawahi regional pendidikan tinggi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka-Belitung.
"Kami sudah melakukan pertemuan dan sepakat membentuk konsorsium. Mudah-mudahan nanti ada aktivitas nyata yang bisa kami lakukan," kata Prof. Indra di Bengkulu, Kamis.
Kegiatan perdana konsorsium adalah menghimpun seluruh perguruan tinggi anggota untuk menyusun proposal program pengabdian masyarakat. Program ini dirancang spesifik menjawab kebutuhan pembangunan yang telah diidentifikasi oleh pemerintah daerah setempat.
Menurut Prof. Indra, berbagai persoalan pembangunan di Bengkulu, mulai dari isu ketahanan pangan hingga mitigasi bencana, memerlukan pendekatan lintas disiplin ilmu. Tidak ada satu pun perguruan tinggi yang mampu menyelesaikan masalah kompleks tersebut sendirian.
Dengan konsorsium, sumber daya, keahlian, dan kapasitas akademik dari 25 institusi dapat disatukan. Hasilnya, program yang dihasilkan diharapkan lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat Bengkulu.
Prof. Indra menekankan bahwa pembentukan konsorsium tidak boleh berhenti pada seremoni. Pihaknya mendorong agar setiap program kerja memiliki output yang terukur dan bisa dirasakan publik.
"Kami berharap dengan konsorsium ini, kontribusi perguruan tinggi untuk pembangunan daerah semakin nyata," ucapnya.
Ke depan, konsorsium juga akan mendorong sinergi antara hasil penelitian dosen dengan kebutuhan riil industri dan masyarakat Bengkulu. Tak hanya pengabdian, sektor pendidikan dan riset juga akan dikolaborasikan agar tidak terjadi tumpang tindih program antar-kampus.